PAYAKUMBUH/50 KOTA

Edi Kusmana: Ada Dua Faktor yang Menyebabkan Koperasi Tidak Aktif

0
×

Edi Kusmana: Ada Dua Faktor yang Menyebabkan Koperasi Tidak Aktif

Sebarkan artikel ini

SUDIRMAN, METRO–Pemerhati Koperasi di Sumatera Barat, Edi Kusmana, menilai minimnya pembinaan yang dilakukan Pemerintah serta terbatasnya anggaran, salah satu yang menjadi faktor penyebab banyaknya koperasi tidak aktif seperti ada 77 koperasi tidak aktif di Kota Payakumbuh. Selain dari faktor manajemen internal koperasi itu sendiri yang masih cendrung tertutup.

“Ada dua faktor yang menye­bab­­kan Koperasi tidak aktif, pertama faktor internal, dimana tidak me­lakukan pembaharuan dari aspek pendirian, kemudian juga dari segi ma­najemen Koperasi yang cendrung tertutup dan sistim kerja yang masih klasik. Kedua faktor eksternal yaitu pembinaan dari Pemerintah, di Kota Payakumbuh persoalan koperasi hanya diurusi bidang koperasi dan UMKM. Kemudian juga masih nimimnya pembinaan dan anggaran,” ungkap Edi Kusmana, baru-baru ini kepada wartawan.

Menurutnya, diera moderen saat ini sudah seharusnya Koperasi melakukan perubahan dan pembaharuan tidak hanya dari segi manajemen dan legalitas, tetapi juga dengan pola kerja, dimana sudah saatnya menggunakan sistim komputerisasi. “Saat ini sudah saatnya sistim komputerisasi, jadi tidak sis­tim kerja yang sudah klasik sudah ha­rus dilakukan pembaharuan,” ucap Sekretaris Masyarakat Ekono­mi Asia (MEA) Kota Payakumbuh itu.

Dia juga menyampaikan sering kali mengajak teman-teman koperasi untuk menjadi penyalur dana bantuan dari kenterian keuangan RI melalui Pendanaan dan Pembiayaan (PIP). Namun, sebutnya lagi-lagi terkendala dengan sistim kerja koperasi yang belum menggunakan sistim komputerisasi atau masih klasik. “Saya sering ajak teman-teman koperasi untuk menjadi penyalur dana bantuan dari kementerian keuangan, tapi lagi-lagi terkendala persoalan klasik, sistim kerja koperasi yang masih klasik belum sistim komputerisasi,” ucap Direktur BMT Al Fataya, Kota Payakumbuh, itu.

Baca Juga  Pawai Alegoris, Baju dengan Nuansa Tenun Balai Panjang Disorot

Sebelumnya, Kepala Bidang (Kabid) Koparasi dan UMKM, Dinas Koperasi dan UKM Kota Payakumbuh, Ade Vianora, menyebut ada 77 Koperasi binaan Dinas Koperasi dan UKM Kota Payakumbuh tidak aktif dan terancam untuk dibubarkan. “Kita sudah diskusi dengan orang Kementerian Koperasi RI, dari 77 Koperasi binaan Dinas Koperasi dan UKM Kota Payakumbuh dimana yang tidak ada persoalan bisa dibubarkan. Kita dalam proses pembubaran ada 16 Koperasi, namun ada kendala-kendala dan 1 yang sedang diproses,” ungkap Ade Vianora, kepada wartawan di Balai Kota Payakumbuh, beberapa waktu lalu.

Dia menyebut, jumlah Koperasi yang menjadi binaan Dinas Koperasi dan UKM Kota Payakumbuh hingga kini terdapat 142, dimana 65 Koperasi masih aktif melakukan berbagai kegiatan sesuai dengan bidang atau sektornya masing-masing. Namun ada 77 Koperasi sudah tidak aktif sejak bertahun-tahun lalu.

Baca Juga  Dibuka Bupati Safaruddin, Ribuan Siswa Hadiri Gebyar PAUD 2023

Ade Vianora menyebut, Koperasi yang sudah tidak aktif ini ada yang bergerak disektor Jasa, Simpan Pinjam, Konsumen dan Produksi. Tidak hanya berhenti melakukan kegiatan perkoperasian, tetapi juga sudah tidak melakukan Rapat Anggota Tahunan (RAT) dalam waktu bertahun-tahun lamanya.  “Jadi sebenarnya Koperasi yang tidak aktif itu Dua tahun berturut-turut tidak melakukan Rapat Anggota Tahunan (RAT) maka dianggab tidak aktif, dan Koperasi yang ada itu sudah ta­hunan tidak lagi melakukan RAT. Jadi saya sudah 2 tahun di Dinas Koperasi dan UKM, terkait pembubaran Koperasi tidak aktif ini sudah sejak 2016,” sebut mantan Lurah Koto Tangah ini.

Sampai Juli 2024 ini sebut Ade Vianora, sudah 56 Koperasi di Kota Payakumbuh yang melakukan Rapat Anggota Tahunan (RAT) dan tinggal 9 Koperasi lagi yang belum melakukan RAT. “Kita himbau untuk 9 Koperasi yang belum melakukan RAT untuk melakukan RAT. Dan harapan kita semua koperasi yang ada di Kota Payakumbuh ini aktif dan menjalankan aktivitas disektor masing-masing,” sebutnya. (uus)