AGAM/BUKITTINGGI

Atasi Persoalan Sampah di Agam, OPD Diminta Dirikan Bank Sampah

0
×

Atasi Persoalan Sampah di Agam, OPD Diminta Dirikan Bank Sampah

Sebarkan artikel ini
Bupati Agam Launching Program Pengelolaan Sampah BS
LAUNCHING— Bupati Agam launching program pengelolaan sampah Buang Sampah-Beli Sampah (BS-BS), dan resmikan bank sampah sumber berkah, di TPA/TPST Sungai Jariang, Kecamatan Lubuk Basung, Kamis (25/7).

AGAM, METRO–Bupati Agam launching program pengelolaan sampah Buang Sampah-Beli Sampah (BS-BS), dan resmikan bank sampah sumber berkah, di TPA/TPST Sungai Jariang, Kecamatan Lubuk Basung, Kamis (25/7).

Program pengelolaan sampah dan bank sampah ini dilaunching Bupati Agam, Dr H Andri Warman MM didampingi Kepala DLH Agam, Afniwirman dan lainnya, yang ditandai dengan pemukulan tambua dan pengguntingan pita, serta penandatanganan komitmen bersama dalam penanganan sampah dari sumbernya.

Kepala DLH Agam, Afniwirman mengatakan Program pe­ngelolaan sampah ini berawal karena ditutupnya TPA Regional Payakumbuh yang disebabkan longsorya TPA tersebut.

Sehingga sampah-sampah yang di Agam bagian Timur tidak bisa lagi dibuang ke TPA tersebut, dan dialihkan ke TPA Sungai Jariang, dan membuat sampah-sampah yang ada di Kabupaten Agam saat ini menjadi persoalan yang sangat serius.

Baca Juga  Baznas Bagikan 180 Kantong Daging Kurban

“Untuk mengatasi persoa­lan itu, kita akan memanfaatkan sampah-sampah tersebut agar bernilai ekonomi dengan program pengelolaan sampah yai­tu Buang Sampah-Beli Sampah ,” ujarnya.

Dan membuat bank sampah untuk mengelompokkan sampahnya sesuai dengan jenisnya, yaitu organik dan non organik.

Bupati Agam Dr. H. Andri Warman MM berikan apresiasi kepada DLH Agam atas program yang dibuatnya.

Ia berharap, dengan adanya program ini, dapat menjadikan persoalan sampah di Kabupaten Agam bisa teratasi dan dapat bernilai ekonomis.

Baca Juga  Dukung Pelaku Usaha Otomotif, Pemko Bukittinggi Luncurkan Program Z-Auto BAZNAS

Kepada seluruh kepala OPD, ia mengajak agar dapat membuat bank sampah di kantornya masing-masing.

“Karena pada dasarnya, sampah-sampah yang ada me­rupakan berasal dari sampah rumah tangga,” ujarnya.

Dengan diawali dari seluruh pegawai dan staf untuk membuang sampah di bank sampah yang ada di kantornya masing-masing, diharapkan persoalan sampah di Kabupaten Agam bisa teratasi.

“Karena selain untuk menjaga kebersihan, sampah-sampah tersebut juga memiliki nilai ekonomis,” ujarnya. (pry)