METRO SUMBAR

BRIN Tinjau Pembuatan Gula Merah dari Batang Sawit di Pasbar

0
×

BRIN Tinjau Pembuatan Gula Merah dari Batang Sawit di Pasbar

Sebarkan artikel ini
PENINJAUAN — Jajaran BRIN melakukan peninjauan kebun sawit dan melihat langsung proses pembuatan gula merah dari batang sawit.

PASBAR, METRO–Menindaklanjuti inovasi pembuatan gula merah dari batang sawit, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengunjungi Kabupaten Pasaman Barat untuk melihat secara langsung proses pengambilan air dari batang sawit hingga proses memasak menjadi gula merah.

Kunjungan BRIN ini di­pimpin oleh Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Ri­set dan Inovasi Daerah, Dr. Oetami Dewi, beserta rombongan dan didampi­ngi oleh Kepala Badan Pe­nelitian dan Pengemba­ngan Provinsi Sumatra Ba­rat, Youlius Honesti. You­lius Honesti, Rabu (24/7).

“Kami ingin melihat secara langsung proses pembuatan gula merah dari batang sawit, serta bertujuan untuk membantu menemukan solusi dari kendala-kendala petani di Kecamatan Sungai Aur, Kabupaten Pasaman Barat, da­lam proses pembuatan gula merah,” terang Oe­tami.

Lebih lanjut, Oetami menjelaskan tentang perlunya sinergi antara Pemkab, Pemprov, dan BRIN dalam membuat kajian-kajian yang dibutuhkan oleh daerah. “Kami menyambut baik setiap usulan dari daerah yang memerlukan kajian dari BRIN. Daerah jangan segan untuk ber­koordinasi dengan BRIN,” ungkap Oetami.

Baca Juga  Fadly Amran: Entreprenuer harus Miliki Jaringan, Jiwa Kompetitif dan Kejujuran

Kunjungan rombongan BRIN disambut di Bappelitbangda Pasbar oleh Asisten III Raf’an dan Pelaksana Tugas Kepala Bappelitbangda, Ikhwanri, beserta jajaran.

Asisten III Raf’an me­ng­ucapkan terima kasih atas kunjungan BRIN ke Pasbar. Perhatian Balai Riset dan Inovasi Provinsi dan BRIN dalam melakukan kajian pembuatan gula merah dari batang sawit sangat kami apresiasi.

“Sehingga ke depan, diharapkan gula merah dari batang sawit ini bisa menjadi sumber penghasilan tambahan bagi petani sawit di Pasbar,” pinta Raf’an.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Bappelitbangda Pasbar, Ikhwanri, mengharapkan adanya kajian yang lebih mendalam oleh BRIN terhadap proses pembuatan gula merah dari batang sawit. Sebab hingga saat ini belum ada formula yang le­bih tepat dan menguntungkan secara ekonomis bagi petani pengrajin pembuatan gula merah.

Meski telah diupayakan bersama Balai Riset Pro­vinsi Sumatera Barat untuk melakukan kajian, namun hasilnya belum maksimal. “Kami sudah mengusulkan kajian melalui Balai Riset Provinsi Sumatera Barat, serta sudah melakukan kunjungan ke Medan dan Bengkulu, namun belum menemukan hasil yang maksimal,” kata Ikhwanri.

Baca Juga  Dua Perwira Polres Pasaman Disertijabkan

Usai pertemuan di Bappelitbangda, rombongan BRIN langsung menuju lokasi pembuatan gula mera dari batang sawit di Kecamatan Sungai Aur. Rombongan disambut oleh Camat Sungai Aur, M. Zenni, beserta seluruh jajaran dan petani pengrajin pembuatan gula merah.

Pertemuan dan diskusi bersama petani pengrajin gula merah di Sungai Aur berjalan lancar. Petani me­ngungkapkan kendala belum maksimalnya hasil yang mereka peroleh karena sering gagal dalam meng­hasilkan gula merah dari air batang sawit.

Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Riset dan Inovasi Daerah, Dr. Oetami Dewi, berjanji akan menindaklanjuti hasil kunjungannya ini melalui kajian mendalam di BRIN. “Mohon doa semua pihak supaya BRIN bisa menemukan formula yang tepat dalam pengolahan air batang sawit menjadi gula merah yang berkualitas,” pungkasnya dengan penuh semangat.(end)