METRO PADANG

Pemko Padang Lanjutkan Pembangunan Ramah Lingkungan dan Berbasis Ketahanan Iklim

2
×

Pemko Padang Lanjutkan Pembangunan Ramah Lingkungan dan Berbasis Ketahanan Iklim

Sebarkan artikel ini
FORUM DISKUSI— Kepala Bappeda Kota Padang, Yenni Yuliza memberikan materi dalam Forum Group Discusion terkait Urban Act Project penjaringan potensi iklim, Rabu (24/7), di Ruang Abu Bakar Jaar.

AIAPACAH, METRO–Sinergitas Blue economy and green economy sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Padang da­lam melanjutkan pembangunan yang ramah lingkungan dan berketahanan ik­lim.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Da­erah (Bappeda), Yenni Yuliza dalam Forum Group Discusion (FGD) terkait Urban Act Project penjaringan potensi iklim, menjelaskan terdapat  kegiatan prioritas yang perlu diajukan  dalam pembangunan yang ramah lingkungan.

“Ada beberapa aspek yang perlu diprioritaskan seperti kesehatan dan  pertanian. Dalam menjaring potensi iklim perlunya persiapan bersama stakeholder terkait pembangunan rendah karbon berketahanan iklim,” jelasnya saat FGD di Ruang Abu Bakar Jaar, Rabu (24/7).

Baca Juga  Stunting di Padang Capai 1636 Kasus, Dinkes: Kita Atasi Mulai dari Hulu

Dikatakannya, peme­ta­an untuk ketahanan iklim rendah karbon di berbagai bidang didukung oleh Kelompok Kerja (Pokja) peme­taan iklim.

“Kegiatan prioritas per­lu diajukan untuk kesesuaian terhadap kesiapan Kota Padang dalam mendu­kung pembangunan ren­dah karbon dan berketahanan iklim,” katanya.

Sementara itu, National Project Coordinator Urban Act, Rendy Primrizqi mengatakan melalui FGD ini menyelaraskan target yang dimiliki oleh pemerintah pusat hingga pemerintah daerah untuk mendukung menyelaraskan target pembangunan yang ramah lingkungan.

“Kita sudah membahas skala prioritas terkait kebijakan iklim dan transportasi umum. Saat ini  mengidentifikasi potensi kolaborasi aksi iklim dan daftar kegiatan skala  prioritas, apa saja yang harus diprioritaskan,” ungkapnya.

Baca Juga  Andre Rosiade Bantu Istri Penjual Roti Bakar yang Terkena Kanker Payudara di Sungai Latuang Kampung Jambak

Dalam FGD tersebut juga dipaparkan kegiatan untuk penjaringan potensi iklim di Kota Padang di antaranya pengelolaan sampah dengan teknologi Refused Derived Fuel (RDF), pengelolaan bank sampah, penanaman mangrove, transportasi publik (Trans Padang).

Kemudian tindak lanjut Roadmap Disaster Risk Reduction, pemakaian pupuk organik dan non organik, pemakaian pestisida na­bati, sosialisasi dan pem­berian bantuan kepada nelayan berupa mesin tempel untuk menggerakan kapal dan informasi cuaca dan iklim terkait kondisi laut. (brm)