AGAM, METRO – Pupus sudah harapan Mirel (34), warga Pasaman memancing ikan untuk menambah pemasukan, Dia harus berurusan dengan penguasa air keruh yakni buaya (Crocodylus Porosus), Rabu (6/3) sekitar pukul 20.00 WIB. Akibatnya jangankan mendapat ikan, malah dia harus menjadi korban keganasan sang predator.
Karena kejadian itu, Mirel harus dilarikan ke Rumah Sakit M Djamil Padang karena mengalami luka serius di kaki kanannya. Camat Palembayan Ridwan menuturkan, peristiwa ini diketaui setelah ada laporan dari masyarakat. Ada warga yang diterkam buaya di Bendungan AMP Satu di Jorong Tompek Nagari, Salareh Aia, Palembayan.
Menurut keterangan rekan korban yang sama-sama pemancing menyebutkan, lokasi di bendungan AMP satu ini memang terkenal sebagai tempat spot memancing yang sangat menggiurkan. Di samping ikannya banyak masyarakat sekitar juga sudah menjadikan lokasi itu sebagai tempat memancing yang menjadi daya tarik tersendiri.
“Di samping jenis ikan penghuni bendungan AMP I tersebut bervariasi dan jarang-jarang bisa ditemukan lokasi yang bisa ditemukan seperti ini. Kami memang sudah biasa memancing ke sini. Makanya saya bersama korban dan tiga orang lainnya memutuskan untuk memancing ikan pada malam itu,” kaanya.
Awalnya, katanya, mereka berangkat dari Pasaman. Saya bersama korban tidak ada menaruh firasat apa-apa. “Karena lokasi itu memang sudah sering kami kunjungi maka kami sudah mengetahui lokasi itu secara pasti. Sesampai di lokasi bendungan AMP 1 tersebut. Seperti biasa kami memang memancing terpisah-pisah, namun tidak terlalu berjauhan,” bebernya.
Ia melanjutkan, setelah sekian lama memancing, sebagian rekan-rekan yang lain sudah ada yang mendapatkan ikan.
“Korban memang mendapatkan ikan, namun usai shalat usai shalat Isya sekitar pukul 20.00 WIB, saya mendengar teriakan mintak tolong. Namun karena sering ada candaan seperti itu kami pun bersama rekan-rekan tidak menggubrisnya,” katanya.
Namun, katanya, suara minta tolong itu semakin keras.
“Maka kami pun langsung bergegas untuk menuju lokasi korban ini. Alhasilnya sesampai di lokasi korban ini memancing kami melihat korban sudah digigit buaya bahagian kakinya. Merasa prihatin terhadap rekan sema pemancing maka saya bersama rekan lain berusaha menolonganya, dengan menarik korban dan sebahagian mengusir buaya tersebut,
“Sempat tarik-tarikan antara kami dengan buaya tersebut. Maka sang buaya tersebut melepaskan cengkramanya, lalu rekan yang lain mengusir buaya tersebut. Usai diusir buaya tersebut langsung kabur masuk kedalam bendungan AMP I tersebut,” katanya.
Ia menambahkan, usai mengusir sang buaya ter sebut mereka langsung mengevakuasi korban ini keluar lokasi pemancingan tersebut. Karena darah yang terus menetus maka korban langsung dilarikan ke Puskesmas terdekat.
Karena tidak memungkinan untuk dirawat di Puskesmas, maka korban langsung dirujuk ke Rumas Sakit M Djamil Padang pada malam itu juga. Untuk saat sekarang ini korban tengah dirawat di rumah sakit M Djamil Padang dan korban saat ini sudah ditemani oleh pihak keluarga di rumah sakit.
“Pemerintah Kecamatan sudah berkoordinasi dengan pihak BKSDA Agam, apa-apa saja langkah yang akan diambil nantinya. Namun peristiwa ini sedang dalam penyelidikan pihak BKSDA Agam. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini sang buaya bisa diamankan atau dikoservasikan ke lokasi habitatnya sehingga tidak menimbulkan korban jiwa lagi. Seperti yang dialami oleh Mirel warga pasaman,” katanya. (pry)





