SAWAHLUNTO, METRO–Kejaksaan Negeri (Kejari) Sawahlunto rayakan Hari Bhakti Adhiyaksa (HBA) ke 64 di halaman kantor Kejari Sawahlunto dengan memotong tumpeng, Senin (22/7).
Kajari Sawahlunto Andarias D’Orney menyebutkan HBA ke 64 saat ini tidak terlalu meriah karena merupakan peralihan pemindahan hari lahir Adhiyaksa ke tanggal 2 September 2024.
“Sejatinya pada tanggal 22 Juli ini merupakan hari terlepasnya Kejaksaan dari Kehakiman, karena dulunya Kejaksaan merupakan bagian dari Kehakiman,” ungkapnya.
Andarias D’Orney juga sangat bersyukur karena Kejari Sawahlunto saat ini dalam pimpinannya berada dalam situasi yang kondusif, masih terjalin silahturahmi dan kekompakan dalam berkerjasama baik secara internal dan eksternal dengan pinmpinan Forkopimda di Kota Sawahlunto.
Dikesempatan ini Andarias D’Orney menyebutkan saat ini Kejari Sawahlunto sedang menangani lima (5) kasus tipikor dan ditambah satu kasus persidangan dari PT. WWS yang sedang berlangsung.
“Akhir Agustus 2024 harus sudah selesai masih ada 7 kali persidangan lagi di Padang, saat ini memasuki persidangan saksi ahli fisik,” ucapnya.
Selanjutnya 5 kasus korupsi tersebut, 2 masih tahap lidik yaitu KONI Sawahlunto dan Pordasi Sawahlunto. Sedangkan 3 lagi masih tahap Dik yaitu satu kasus Puskesmas Talawi, dan dua lagi kasus dana BOS setingkat SLTA yaitu SMA 1 Negeri Sawahlunto dan SMA 2 Negeri Sawahlunto.
Untuk kasus Puskesmas Talawi karena sebelumnya masih berada di pemeriksaan BPKP, sekarang sedang masa peralihan untuk diperiksa oleh Auditor internal Kejari Propinsi. Hasil dari pemeriksaan Auditor nanti akan ditemukan tersangka. (pin)






