PADANG, METRO–Dua bangunan warung semi permanen di pinggir Jalan Raya Indarung, kawasan Cengkeh, Kelurahan Tanah Sirah, Kecamatan Lubuk Kilangan, mengalami kebakaran besar hingga rata dengan tanah, Minggu (21/7) sekitar pukul 17.25 WIB.
Beruntung, musibah kebakaran itu tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Meski begitu, warga setempat sempat dibuat panik melihat besarnya kobaran api yang membakar warung Pecel Lele Pak Abu milik Reko Muri (31) dan warung milik Zahirma (51).
Kepanikan itu disebebkan lokasi warung yang terbakar berada di kawasan padat permukiman penduduk, sehingga warga khawatir kebakaran itu semakin meluas. Warga pun berusaha melakukan pemadaman dengan menyiramkan air ke lokasi kebakaran menggunakan ember maupun gayung.
Sayangnya, usaha warga tidak membuahkan hasil. Api malah terus membesar lantaran bangunan yang terbakar sebagian besar berbahan material kayu. Berselang beberapa menit setelah kebakaran terjadi, tujuh unit armada bersama puluhan personel Damkar datang ke lokasi dan langsung melakukan pemadaman.
Kabid Ops Sarana dan Prasarana Dinas Pemadam Kebakaran Padang, Rinaldi mengatakan, kebakaran itu diketahui setelah salah seorang warga melihat api dari percikan konsleting listrik yang ada di bangunan tersebut. Warga sekitar berupaya memadamkan api dengan alat seadanya.
“Upaya warga gagal, api tidak berhasil dipadamkan. Salah seorang warga melaporkan kejadian tersebut ke Damkar. Kita mendapat laporan sekitar pukul 17.25 WIB. Tujuh menit kemudian petugas sudah tiba di lokasi,” kata Rinaldi kepada wartawan.
Rinaldi mengatakan, dua bangunan yang terbakar merupakan warung pecel lele dan warung harian. Kedua bangunan tersebut mengalami rusak berat dan rata dengan tanah, sehingga hanya meninggalkan puing hitam bekas kebakaran.
“Sekitar satu setengah jam petugas berhasil memadamkan api. Setelah api berhasil dipadamkan, petugas langsung melakukan pendinginan untuk mengantisipasi munculnya api susulan,” ujar dia.
Rinaldi menuturkan, dua bangunan yang terbakar dihuni oleh lima orang. Untuk memadamkan api sebanyak tujuh armada kebakaran dengan 70 personel dikerahkan ke lokasi kejadian.
“Dugaan sementara api dari konsleting listrik dari bangunan tersebut. Ini kita ketahui salah seorang warga melihat percikan api dari instalasi listrik. Meski begitu, untuk penyebab pastinya kami serahkan kepada pihak Kepolisian untuk menyelidikinya,” katanya.
Selain itu, Rinaldi mengatakan pihaknya mengalami kesulitan dalam memadamkan api lantaran sudah membesar dan ditambah lagi ramainya warga yang menyaksikan sempat menganggu proses pemadama.
“Warga tidak mau di geser dan merapat terus, sehingga pergerakan anggota kami menjadi terganggu. Proses pemadaman juga dibantu oleh Polisi dan TNI untuk menghalau warga agar tidak mendekat,” katanya.
Rinaldi menegaskan, dalam kejadian kebakaran ini tidak ada yang terluka dan tidak ada korban jiwa dan banyak kerugian.
“Alhamdulillah kejadian kebakaran ini, setelah kami padamkan api untuk tidak ada korban luka-luka dan korban meninggal juga nihil. Kerugian kurang lebih Rp1 miliar dan terselamatkan Rp5 miliar,” tukasnya
Terakhir Rinaldi mengatakan, kepada seluruh warga Padang diharapkan agar berhati hati dalam menggunakan perabotan listrik. Apabila ada kerusakan, segera laporkan kepada pihak yang berwenang.
“Tetap tingkatkan kewaspadaan setiap menggunakan perabotan listrik. Jangan sampai kelaian kita menjadi korban dari kebakaran ini,” tutupnya. (brm)






