MENTAWAI, METRO–Untuk meningkatkan ekonomi masyarakat peternak, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Mentawai menyerahkan 36 ekor sapi. \
Kepala DKPP Mentawai, Hatisama Hura saat penyerahan bantuan mengatakan, sejak lama vakum pengadaan hewan ternak, DKPP Mentawai baru tahun 2024 ini kembali menyalurkan bantuan.
Hal itu mengingat Kepulauan Mentawai saat ini telah zona hijau pasca virus penyakit mulut dan kuku (PMK) dua tahun lamanya melanda kepulauan Mentawai.
“Ada dua tahun kita tidak izinkan ternak masuk ke Mentawai, ternak berkuku belah dari luar, seperti sapi, babi, kambing dan domba,” ujarnya di lokasi kegiatan, Asrama Kaum, Desa Tuapejat, Kecamatan Sipora Utara. Kamis, (18/7).
Sebelumnya lanjut dia, kebutuhan ternak di Kepulauan Mentawai berasal dari peternak lokal. Namun dengan kondisi wilayah Kepulauan Mentawai saat ini, telah dapat mendatangkan ternak dari luar.
Menurutnya kebutuhan ternak sapi di hari lebaran Idul Adha, Mentawai membutuhkan ternak sapi sebanyak 280 ekor sapi. Artinya, selama dua tahun lalu Mentawai telah menghabiskan 560 ekor sapi.
“Maka dari itu, kita tambah populasi (Sapi-Red) kembali,” tambah Kepala DKPP Mentawai itu. Untuk perawatan kedepan, pihaknya telah menyediakan obat-obatan melalui Dokter Hewan DKPP Mentawai.
Ia berharap dengan bertambahnya populasi ternak hewan sapi tersebut, mampu memenuhi kebutuhan Masyarakat setempat.
Di tempat yang sama, Kepala Bidang (Kabid) Perternakan DKPP Mentawai, Chandra Rikardo menyebutkan, 36 sapi diterima 5 kelompok ternak yang tersebar di Pulau Sipora. (rul)






