METRO SUMBAR

Pelatihan KAN bagi Niniak Mamak se-Kabuntaran Talu, Adat Istiadat Harus Tetap Dilestarikan

0
×

Pelatihan KAN bagi Niniak Mamak se-Kabuntaran Talu, Adat Istiadat Harus Tetap Dilestarikan

Sebarkan artikel ini
Pelatihan KAN bagi Niniak Mamak se Kabuntaran Talu

PASBAR, ERTRO–Generasi muda dan seluruh masyarakat Pasaman Barat (Pasbar) harus tahu bahwa pemekaran hanya pemerintahan. Kita masih memegang teguh tatanan adat di Pasbar, ini adalah janji saya ketika bertemu Bapak Menteri. Adat istiadat harus tetap diles­tarikan sebab Adat Pasbar adalah Adat Nan Tak Lakang Dek Paneh, Nan Tak Lapuak Dek Hujan. Hal tersebut berarti sesuatu yang abadi yang hidupnya berkelanjutan terus-menerus.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Pasbar Hamsuardi didampingi Staf Ahli Bupati Armi Ningdel dan stakeholder terkait saat meng­hadiri Pelatihan Kerapatan Adat Nagari (KAN) bagi Niniak Mamak se-Kabuntaran Talu Tahun 2024 sekaligus acara Peletakan Batu Pertama Surau Multazam di Istana Tuanku Bosa Koto Dalam Talu, Kecamatan Talamau, Rabu (17/7).

Bupati Hamsuardi mengatakan bahwa kegiatan yang dilaksanakan pada hari itu merupakan cita-cita bersama dalam meles­tarikan adat istiadat agar tetap eksis di tengah masyarakat.

Baca Juga  Siapkan Personel Tangguh Selama Bertugas, Seluruh Nakes TNI AL Lantamal II Divaksin ke III

Lebih lanjut, ia juga memohon dukungan niniak mamak dalam mensosialisasikan program unggulan Pemda Pasbar seperti UHC, Magrib Mengaji, Tahfidz Al-Qur’an, Pendidikan Tanpa Pungutan, Reward Siswa Berprestasi, Pemekaran, dan masih banyak lainnya.

Selain itu, Pj Wali Nagari Koto Dalam Mahyudanil mengungkapkan bahwa pelatihan KAN tersebut merupakan salah satu agenda pemerintahan Nagari Talu yang dimasukkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Talu TA 2024. Hal tersebut sebagai wujud kola­borasi pemerintahan nagari dengan barisan niniak mamak. Pelatihan berlangsung selama dua hari, yaitu 17-18 Juli 2024 dan diikuti 25 niniak mamak serta lembaga adat dan LSM Talu.

Ketua KAN Tuanku Bosa XV, Jhonny ZA, mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bupati Hamsuardi beserta rombongan. KAN Talu, jelasnya, melingkupi tiga kenagarian. Kegiatan itu diagendakan untuk mening­katkan kapasitas niniak mamak di Kabun­taran Talu, sebab niniak mamak memiliki peran penting dalam masyarakat, baik dalam berkolaborasi dengan pemerintah maupun instansi lain.

Baca Juga  Audy Joinaldy Bantu Rehab Tempat Wudhu Mushalla Nurul Hikmah Sungai Loban, Sawahlunto

“Peran niniak mamak sangat penting. Untuk itu kami ucapkan terima kasih kepada pemerintahan nagari yang telah mengang­garkan kegiatan KAN. Semoga misi niniak mamak Talu dalam melestarikan nilai budaya Talu menjadi pelopor bagi Pasbar. Mudah-mudahan semangat niniak mamak tidak luntur meskipun menghadapi berbagai kendala. Kami juga mengharapkan dukungan Pemda seperti acara Festival Budaya sebagai sarana meles­tarikan budaya Pasbar yang kita banggakan,” ungkapnya.

Di akhir acara, Bupati Hamsuardi bersama stakeholder terkait dan niniak mamak se-Kabuntaran Talu meletakkan batu pertama pembangunan Surau Multazam di lingkungan Istana Tuanku Bosa Koto Dalam Talu, Keca­matan Talamau. (end)