METRO SUMBAR

Prihatin Penganiayaan Balita di Pasbar, Suwirpen: Perlindungan Anak Tangungjawab Bersama, Jangan Ragu Melapor

0
×

Prihatin Penganiayaan Balita di Pasbar, Suwirpen: Perlindungan Anak Tangungjawab Bersama, Jangan Ragu Melapor

Sebarkan artikel ini
BIMTEK--Wakil Ketua DPRD Sumbar Suwirpen, saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Upaya Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak Berbasis Masyarakat Angkatan VII di sebuah hotel di Kota Padang.  Selasa (16/7).

PADANG, METRO–Wakil Ketua DPRD Sum­bar, Suwirpen Suib, mengungkapkan keprihatinannya terhadap beberapa kasus kekerasan yang me­nimpa anak-anak di Sum­­bar. Salah satu kasus penganiayaan yang dilakukan bapak tiri terhadap anak berusia 13 bulan hingga meninggal dunia di Kabupaten Pasaman Barat.

Keprihatinan tersebut di­­ungkapkan Suwirpen saat membuka Bimbingan Tek­nis (Bimtek) Upaya Pen­cegahan Kekerasan Terhadap Anak Berbasis Ma­sya­rakat Angkatan VII di sebuah hotel di Kota Pa­dang.  Selasa (16/7).

”Kasus kekerasan terhadap anak berusia 13 bulan yang meninggal dunia akibat dianiaya oleh ayah tirinya tengah menjadi sorotan masyarakat Sumbar. Ke depan, kasus serupa jangan sampai terulang. Seluruh pihak harus mengawasi dan mencegah kekerasan terhadap anak,” ujar Suwirpen.

Politisi Partai Demokrat ini menghimbau masya­ra­kat agar tidak ragu untuk melaporkan kasus kekerasan anak kepada pihak berwenang, salah satunya Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB).

“Jika tidak ada yang melaporkan, siapa yang akan mengetahui? Apakah harus menunggu korban kekerasan meninggal dunia terlebih dahulu?” tambahnya.

Suwirpen juga menyo­ro­ti fenomena eksploitasi anak di lampu merah, di mana anak-anak dipaksa bekerja hingga belasan jam. Ia menekankan bahwa tidak hanya kekerasan fisik yang perlu menjadi perhatian, tetapi juga eksploitasi yang menyebabkan anak-anak merasa teraniaya.

“Banyak anak-anak yang dibawa umur untuk meminta sedekah di persimpangan jalan hingga lampu merah. Mereka ber­hu­jan dan berpanas setiap ha­ri, bahkan ada yang sam­­pai sakit dan meninggal dunia,” katanya.

Menurut Suwirpen, perlindungan anak dari kekerasan adalah tanggung jawab bersama. Seluruh unsur masyarakat harus terlibat untuk melindungi anak-anak agar angka kekerasan tidak terus meningkat setiap tahun. (hsb)