BERITA UTAMA

Gigih Membina Teknologi Tepat Guna, Gubernur Sumbar Raih Lencana Abdi Inovasi Desa dari Kemendes PDTT

0
×

Gigih Membina Teknologi Tepat Guna, Gubernur Sumbar Raih Lencana Abdi Inovasi Desa dari Kemendes PDTT

Sebarkan artikel ini
PENGHARGAAN— Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar menyematkan piagam dan lencana Abdi Inovasi Desa kepada Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah, diwakili Kepala Dinas PMD Sumbar, Amasrul saat pembukaan Gelar TTGN ke-25 di Lapangan Islamic Center Mataram, NTB, Senin (15/7).

PADANG, METRO–Gubernur Sumatra Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menerima Pia­gam serta Lencana Abdi Inovasi Desa dari Kementerian Desa dan Pemba­ngu­nan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Ke­mendes PDTT) RI.

Penghargaan itu di­raih Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah berkat kontribusi dan kerja keras dalam mem­bina pengembangan Tek­nologi Tepat Guna (TTG) Inovasi Desa di Sumbar. Se­lain Gubernur Sumbar, Penjabat (Pj) Gubernur NTB, Hassanudin juga mendapat penghargaan serupa.

Piagam dan lencana tersebut disematkan oleh Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar kepada Mahyeldi, diwakili Kepala Dinas Pem­berdayaan Masyarakat De­­­sa (PMD) Sumbar, Amas­rul saat pembukaan Gelar Tek­nologi Tepat Guna Nusan­tara (TTGN) ke-25 di Lapa­ngan Islamic Center Mata­ram, NTB, Senin (15/7).

“Alhamdulillah, tentu saja piagam serta lencana ini buah kerja keras kita di Pemprov Sumbar me­ngem­bangkan ekosistem serta penerapan teknologi tepat guna inovasi desa di Sum­bar. Kami ucapkan teri­ma kasih kepada Bapak Men­teri Desa PDTT atas peng­hargaan ini,” ujar Mah­yeldi yang di saat bersamaan tengah berada di Sumbar untuk mengikuti sejumlah giat kedinasan.

Penilaian atas pe­ngem­bangan ekosistem TTG Ino­vasi Desa sendiri meli­bat­ kan dewan juri yang ber­asal dari Badan Riset Inova­si Nasional (BRIN) RI, Ke­menterian Hukum dan HAM, Akademisi Per­gu­ruan Tinggi dan Pihak Kemendes PDTT RI. Mah­yeldi ber­ha­rap, agar ke depan TTG di Sumbar terus berkembang dengan baik dan dapat dira­sakan man­faatnya oleh masyarakat nagari/desa.

Sementara itu, Mendes PDTT Abdul Halim Iskan­dar mendorong desa-desa memperbanyak inovasi yang bisa digunakan untuk menjawab kebutuhan ma­syarakat. “Mudah-muda­han dengan gelar teknologi tepat guna ini semakin banyak inovasi yang dila­kukan untuk menjawab ke­butuhan warga,” kata Gus Halim, sapaan akrab Abdul Halim Iskandar

Tidak hanya inovasi yang dilakukan desa, Abdul Halim juga mendorong seluruh pemangku kepen­tingan di daerah harus turut serta dalam pemasa­ran TTG yang telah ber­hasil diproduksi sebagai inovasi-inovasi daerah. “Jadi tidak hanya tanggung jawab pemasaran TTG juga berada di pundak para pengusaha lokal serta ke­menterian/lembaga ter­kait,” tambahnya.

Pemasaran yang efek­tif akan membuat TTG Ino­vasi Desa menjadi lebih dikenal dan diminati ma­syarakat luas, serta dapat mengedukasi dan meya­kin­kan masyarakat akan man­faat teknologi itu sendiri.

Ia pun berharap kebu­tuhan masyarakat yang dapat dipenuhi melalui pe­ngembangan teknologi te­pat guna itu mampu ber­dampak nyata pada pe­ning­katan ekonomi dan kese­jah­­teraan masyarakat desa.

“Bentuk yang paling banyak adalah bersentu­han dengan kebutuhan un­tuk kepentingan pening­katan ekonomi dan kese­jah­teraan warga. Kami ber­harap agar kita optimal memanfaatkan BUMDesa Bersama sebagai bagian dari upaya membangun kolaborasi ekosistem TTG di daerah,” ucap Abdul Halim.

Sebagaimana diketa­hui, sambungnya, TTG di­ran­cang sesuai dengan aspek-aspek lingkungan, kebuda­yaan, hingga eko­nomi ma­syarakat yang erat kaitan­nya dengan kea­rifan lokal. Oleh karenanya, TTG harus diupayakan un­tuk tidak hanya sampai pada tahap produksi, tetapi juga dike­nal dan diman­faatkan oleh masyarakat secara luas dan bersifat terus menerus.

“Terkait dengan kola­borasi antarpihak ini, bukan hanya pada aspek eko­sistem produksi TTG itu saja, tapi juga yang tidak kalah penting adalah eko­sistem dalam pemasaran TTG itu sendiri,” tutur Ab­dul Halim menekankan.

Menurut Kepala Badan Pengembangan dan Infor­masi Desa, Daerah Ter­tinggal, dan Transmigrasi (BPI Kemendes PDTT) Iva­novich Agusta, ajang Gelar TTGN memperlihatkan riva­litas positif untuk me­mancing inovasi teknologi lebih lanjut.

“Tahun ini, kategori lom­ba Inovasi TTG diikuti pe­serta dari 20 provinsi. Kate­gori TTG Unggulan diisi pe­ser­ta dari 17 pro­vinsi. Ada­pun kategori Pos Pelaya­nan Tek­nologi diikuti 14 pro­vinsi,” ujarnya. (AD.ADPSB)