METRO PADANG

Ingat “Hukuman” Rakyat di Pilkada Berikut, Andre: Kepala Daerah jangan Macam-macam

0
×

Ingat “Hukuman” Rakyat di Pilkada Berikut, Andre: Kepala Daerah jangan Macam-macam

Sebarkan artikel ini

ADINEGORO, METRO – Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade mengingatkan kepada kepala daerah di Sumbar agar hati-hati menyatakan sikap. Apalagi secara terang-terangan menyatakan dukungan terhadap pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin. Seperti yang dilakukan belasan Wali Kota dan Bupati beberapa waktu terakhir.
“Sangat aneh saat mereka menyatakan dukungan secara terang-terangan kepada Jokowi-Amin. Padahal mereka sadar, mayoritas warga Sumbar masih mendukung Prabowo-Sandi. Bahkan, dari survei-survei baik internal, lembaga independen atau partai politik pasangan nomor urut 02 masih dominan. Bahkan bisa lebih dari 80 persen,” sebut Andre yang juga calon anggota DPR RI Dapil Sumbar 1 ini.
Wasekjen DPP Partai Gerindra ini menyebutkan, saat ini cukup masif gerakan-gerakan spontan dari warga Sumbar mendukung Prabowo-Sandi. Seperti banyaknya video yang beredar masyarakat mendirikan baliho besar 02, dan menyatakan, meski Bupati mereka mendukung Jokowi, mereka tetap dukung Prabowo.
“Itu tandanya, dari hati masyarakat Sumbar ini, mereka ingin perubahan. Mereka melihat apa yang dipertontonkan pemimpin mereka. Mendukung dan mengagung-agungkan Jokowi, sementara warga tidak. Hal ini tentu akan berdampak kepada pemilihan kepala daerah (Pilkada) selanjutnya,” sebut ketua harian DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) ini.
Bagi yang masih satu periode, kata Andre, tentunya mereka akan mendapati “hukuman” masyarakat saat maju kembali. Hampir dipastikan, sang petahana akan tumbang, karena memiliki pandangan politik yang beda jauh dengan masyarakatnya. Artinya, masyarakat pasti mengira, sang incumbent tidak sejalan dengan mereka dan tidak layak dipilih kembali.
“Itu mungkin yang baru satu periode. Yang sudah dua periode apa aman? Belum tentu juga. Apa tak ingin maju ke tingkat provinsi? Tentu masyarakat akan mengingat rekam jejak sang calon yang mendukung Jokowi — yang berbeda dengan dukungan pilihan masyarakat. Kalau tidak percaya, ya kita lihat saja,” kata alumni SMAN 2 Padang ini.
Andre menyarankan, kepala daerah tidak lagi pasang badan untuk mendukung pasangan calon tertentu dalam Pilpres. Apalagi dengan menggunakan power-nya untuk menekan bawahan dan pilihan masyarakat. Tidak zamannya lagi, karena warga Sumbar sangat cerdas. Mereka tahu, siapa yang pantas memimpin atau tidak.
“Kemarin saya dengar Wali Kota Solok dipanggil Bawaslu karena ikut acara deklarasi Sumbar Pemilih Jokowi (SPJ) di Kota Padang. Kami mengapresiasi Bawaslu, dan semoga terus melanjutkan prosesnya. Jangan sampai seperti proses yang tidak berujung kepada Wali Nagari di Dharmasraya beberapa waktu lalu. Juga kasus Bupati Pessel,” kata mantan Presiden BEM Universitas Trisakti ini.
Andre menyebutkan, perolehan suara Prabowo-Sandi di Sumbar, diprediksi akan jauh meningkat. Bahkan bisa mencapai 80-85 persen. Karena, semakin rajin Jokowi atau Ma’ruf Amin datang ke Sumbar, akan semakin tergerus suara mereka.
“Insya Allah untuk Indonesia Prabowo-Sandi juga akan menang. Karena di survei internal kami, sudah mampu menyalip Jokowi,” katanya. (r)