SIJUNJUNG, METRO–Mayat bayi berjenis kelamin perempuan ditemukan mengambang di aliran sungai di Sungai Lubuok Pabrik, Batang Pungian, Nagari Muaro Takung, Kecamatan Kamang Baru, Kabupaten Sijunjung, Sabtu (13/7). Penemuan itupun sontak membuat warga setempat menjadi heboh.
Bahkan, warga berondong-bondong datang ke lokasi untuk menyaksikan penemuan mayat bayi malang yang posisinya telungkup dalam air sungai. Bagian punggung bayi yang masih bertali pusar dan diduga baru saja dilahirkan itu sudah dihinggapi lalat.
Tak lama berselang, Polisi dari Polsek Kamang Baru bersama Tim Idenfikasi Satreskrim Polres Sijunjung juga datang untuk melakukan olah tempat kejadian pekara (TKP). Setelah itu, mayat bayi yang diduga sengaja dibuang oleh keluarganya itu dibawa ke Puskesmas.
Camat Kamang Baru Asrijal Patopang mengatakan, mayat bayi itu ditemukan pertama kali oleh warga yang hendak mandi di sungai. Mayat bayi itu terlihat oleh warga dalam kondisi mengapung di sungai dengan tali pusar masih menempel pada tubuhnya.
“Warga yang menemukan pertama kali sempat mengira yang mengambang itu boneka. Setelah didekati, ternyata yang dilihatnya itu adalah mayat bayi. Warga tersebut langsung berlari ke permukiman dan memberitahukan kepada warga lainnya hingga dilaporkan kepada pihak berwajib,” kata Asrijal, Minggu (14/7).
Dikatakan Asrizal, mayat bayi tersebut kemudian dibawa ke Puskesmas Sungai Lansek untuk dilakukan visum dan penyelidikan lebih lanjut. Menurutnya, kasus ini sedang dalam proses penyelidikan oleh pihak Kepolisian.
“Jadi, mayat bayi yang jenis kelaminnya perempuan itu rencananya akan dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan autopsi. Dengan begitu, akan terung kap penyebab kematian. Polisi juga masih mencari tahu identitas orang tua bayi tersebut,” ujar dia.
Asrijal menuturkan, dugaan sementara, bayi yang ditemukan itu sengaja dibuang oleh orang tuanya dan kemungkinan merupakan anak dari hasil hubungan gelap. Sehingga, kelahirannya tidak diinginkan oleh orang tuanya lalu dibuang ke sungai.
“Lokasi penemuan mayat bayi itu sekitar 200 meter dari jembatan Muaro Takung. Kita juga akan mendata siapa saja ibu-ibu yang melahirkan di Kecamatan kita. Bisa saja bayi itu dibuang oleh orang yang bukan warga kami. Mudah-mudahan, Polisi bisa segera menangkap orang tua bayi malang ini,” tutupnya. (ndo)






