BERITA UTAMA

Partisipasi Masyarakat Menurun, Bawaslu: PSU DPD Sumbar Kurang Sosialisasi

0
×

Partisipasi Masyarakat Menurun, Bawaslu: PSU DPD Sumbar Kurang Sosialisasi

Sebarkan artikel ini
Ketua Bawaslu Rahmat Bagja saat melakukan pemantauan langsung di TPS di Kota Padang dalam pelaksanaan PSU DPD Sumbar.

PADANG, METRO–Pemungutan Suara Ulang (PSU) digelar di Sumatra Barat untuk Calon Anggota DPD RI. Namun, PSU ini rupanya kurang diminati oleh warga. Pasalnya, jumlah partisipasi pemilih  menurun dibandingkan Pemilu 2024 pada Februari kemarin.

“Berdasarkan hasil pe­ngamatan dan peman­ta­uan langsung di TPS me­mang benar ada penuru­nan jumlah pemilih jika dibandingkan pada Feb­ruari lalu,” kata Ketua Ba­waslu Rahmat Bagja, Ming­gu (14/7).

Menurut Bagja, dari pemantauan yang sudah dilaksanakan, partisipasi masyarakat menurun ka­rena jajaran KPU daerah tersebut kurang masif me­lakukan sosialisasi.

“Menurunnya par­tisi­pasi, sementara ini bisa disebabkan karena sosa­lisasi dari KPU kurang. DPD sudah tidak punya kemam­puan finansial lagi untuk melakukan sosialisasi dan aturan sosialisasi menuju PSU belum jelas,” kata ujar  Bagja.

Menurunnya pastisi­pasi masyarakat selama PSU tersebut, Bagja me­nga­ta­kan, menjadi bahan evaluasi penting. Jangan sampai, antusiasme ma­syarakat me­nuru n ketika suatu da­erah dilakukan PSU.

Bagja menuturkan, pi­haknya melakukan penga­wa­san secara maraton meninjau empat TPS di tiga kabupaten/kota di Sumbar. PSU pemiliha DPD RI Sum­bar itu dilakukan pada Sab­tu (13/7) kemarin.

“TPS pertama, TPS 15 Kelurahan Purus, Keca­matan Padang Barat, Kota Padang. Jumlah DPT 232 pemilih, kalau (jumlah DPT) berubah harus bikin cata­tan ya,” ucap Bagja.

Selanjutnya, Bagja me­ninjau TPS 56 Kelurahan Parupuk Tabing, Kec. Ko­totengah. TPS yang berlo­kasi di gedung taman ka­nak-kanak itu mempunyai DPT 240 pemilih.

Sementara, di Kabu­paten Padang Pariaman Bagja bersama rombo­ngan meninjau TPS 18. TPS ini berada di Kelurahan Nahari Sintuak, Kecamatan Sintuak Toboh Gadang de­ngan DPT 210 pemilih.

Terakhir, dia meninjau TPS 5 Kelurahan Kampung Pondok, Kecamatan Paria­man Tengah, Kota Paria­man. Dari pantauan Bagja, hingga pukul 11.50 WIB baru sekitar 71 pemilih yang menunaikan hak pilih­nya dari 275 pemilih.

“Penurunan partisipasi adalah hal yang biasa ter­jadi. Ditambah lagi PSU calon DPD RI dari Sumbar digelar di satu provinsi yang memiliki 19 kabupa­ ten atau kota,” ujar dia.

Sebelumnya, KPU me­mastikan provinsi Sumate­ra Barat (Sumbar) melak­ sanakan pemungutan sua­ra ulang (PSU) untuk calon Anggota DPD RI, pada Sab­tu (13/7). Pelaksanaan PSU ini karena KPU menja­lankan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang me­nyatakan pemungutan su­a­ra untuk calon DPD harus diulang karena ada calon yang sebelumnya berhak ikut pemilihan tetapi tidak terlibat.

PSU calon DPD RI dari dapil Sumbar ini terdapat satu calon baru, yaitu Ir­man Gusman. Calon terse­but dulu pernah menjadi Ketua DPD RI dan tersan­dung kasus korupsi impor gula. Irman pada 2019 di­tangkap oleh Komisi Pem­berantasan Korupsi (KPK).

Plt Ketua KPU RI Mo­chammad Afifuddin me­nga­takan, pihaknya telah melakukan pengecekan secara langsung di Provinsi Sumbar. “Kami sudah cek bahwa untuk persiapan PSU DPD pada 13 Juli 2024 sudah siap semuanya,” kata Afifuddin. (*)