PADANG, METRO–Rapat paripurna penyampaian secara resmi oleh Pj Walikota Padang tentang KUA-PPAS 2025, Andree Algamar mengatakan, pada tahun 2025 pendapatan daerah Kota Padang direncanakan sebesar Rp.2,623 triliun.
“Jika dibandingkan dengan tahun 2024 sebesar Rp.2,530 triliun, pendapatan ini mengalami kenaikan sebesar Rp.93,3 miliar atau naik sebesar 3,69%,” ungkap Andree. Jumat (12/7).
Dibeberkannya, rencana pendapatanKota Padang pada 2025 bersumber dari pendapatan asli daerah sebesar Rp.914,7 miliar, pendapatan transfer sebesar Rp.1,704 triliun dan lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp. 3,7 miliar,” urainya.
Sementara untuk anggaran belanja pada tahun 2025 sebesar Rp.2,643 triliun. Jumlah anggaran tersebut dialokasikan untuk belanja operasi sebesar Rp.2,379 triliun atau sebesar 90,02%, belanja modal sebesar Rp.252 miliar atau sebesar 9,53%, dan belanja tidak terduga sebesar Rp.11,8 miliar atau sebesar 0,45% dari total belanja.
Sementara untuk pengeluaran pembiayaan dialokasikan sebesar Rp. 25,7 miliar dengan rincian penyertaan modal sebesar Rp. 15 miliar dan pembayaran cicilan pokok utang yang jatuh tempo sebesar Rp. 10,7 miliar.
“Terdapat surplus anggaran pembiayaan sebesar Rp. 20 miliar yang akan digunakan untuk menutupi defisit belanja tahun anggaran 2025, sehingga PPAS tahun anggaran 2025 dalam posisi berimbang,” jelasnya.(hsb)






