PAYAKUMBUH/50 KOTA

Payakumbuh Botuang Festival 2024, Resonansi Bambu yang Memukau

4
×

Payakumbuh Botuang Festival 2024, Resonansi Bambu yang Memukau

Sebarkan artikel ini
MOMEN BERSEJARAH— Pembukaan festival yang menjadi momen bersejarah bagi Payakumbuh ini ditandai dengan pemukulan kentongan bambu yang dilakukan oleh semua tamu VIP, diantaranya Staf Ahli Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Fajar Utomo, Gubernur Sumbar yang diwakili Sekretaris Daerah Hansastri, dan Penjabat Wali Kota Payakumbuh, Suprayitno.

PAYAKUMBUH, METRO–Tak hanya terkenal de­ngan Randang, Kota Payakumbuh untuk kedua kali­nya kembali memukau de­ngan keindahan dan keunikannya melalui Payakumbuh Botuang Festival 2024 yang digelar di Medan nan Bapaneh Ngalau Indah, pada Kamis (11/7) malam. Festival yang bertema “Re­­sonansi Bambu” ini berhasil mengundang decak kagum pengunjung.

Pembukaan festival yang menjadi momen bersejarah bagi Payakumbuh ini ditandai dengan pemukulan kentongan bambu yang dilakukan oleh semua tamu VIP, diantaranya Staf Ahli Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Fajar Utomo, Gubernur Sumbar yang diwakili Sekretaris Daerah Hansastri, dan Penjabat Wali Kota Payakumbuh, Suprayitno, serta Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Luhur Budianda.

Hansastri dalam sam­butannya, mengapresiasi Payakumbuh Botuang Festival telah menarik perhatian sebagai salah satu dari 110 Kharisma Event Nusantara (KEN) 2024, se­kaligus memperkuat posi­sinya sebagai destinasi wi­sata unggulan di Sumatera Barat.

Kehadiran festival ini menurut Hansastri diha­rapkan akan memberikan dorongan signifikan terhadap kunjungan wisata ke Sumatera Barat, yang hingga Juni 2024 tercatat mencatat lebih dari 6,8 juta kunjungan.

“Hingga Juni 2024 tercatat kunjungan dan per­gerakan wisatawan mancanegara maupun nusan­tara sebanyak 6,8 juta atau sudah terealisasi 51 persen dari target 13,5 juta. Ini artinya kita harus terus bersinergi untuk mendong­krak kunjungan dan per­gerakan wisatawan hingga akhir tahun, salah satunya dengan penyelenggaraan event-event berkualitas seperti ini,”kata Hansastri.

Fajar Utomo, staf ahli Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, menegaskan bahwa Payakumbuh Botuang Festival bukan hanya sekadar acara, tetapi juga sebuah prestasi yang patut dipertahankan. Dia menyoroti potensi wi­sata dan ekonomi kreatif lainnya di Payakumbuh yang perlu terus di­kem­bangkan dengan narasi yang kreatif dan konten yang menarik untuk menarik lebih banyak wisata­wan, termasuk turis internasional.

Hal senada juga disampaikan Pj. Wali Kota Payakumbuh, Suprayitno. Ia mengapresiasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif atas pengakuan terhadap festival ini sebagai salah satu dari 110 event terbaik di Indonesia. Dia berharap bahwa Payakumbuh Botuang Festival akan menjadi pendorong utama bagi pertumbuhan ekonomi lokal, serta meningkatkan citra Kota Randang Payakumbuh sebagai destinasi wisata yang unggul.

Berlangsung hingga 13 Juli 2024, festival yang telah digelar sejak tahun 2017 ini menghadirkan  beragam kreasi dan seni keindahan bambu. Terdapat juga pameran berbagai produk unggulan dan potensi eko­nomi lokal yang besar. Pa­yakumbuh Botuang Festival 2024 telah membuka babak baru dalam panorama pariwisata Sumatera Barat, menjanjikan pe­ngalaman tak terlupakan bagi setiap pengunjung yang hadir.(fan)