AGAM/BUKITTINGGI

Datangi Kediaman Bupati Agam, Pantarlih Lakukan Coklit untuk Pilkada Serentak 2024

0
×

Datangi Kediaman Bupati Agam, Pantarlih Lakukan Coklit untuk Pilkada Serentak 2024

Sebarkan artikel ini
COKLIT— Pantarlih yang didampingi Ketua KPU Agam Herman Susilo mendatangi kediaman Bupati Agam, utnuk melakukan coklit terhadap Bupati dan sekeluarga sebagai pemilih untuk Pilkada serentak 2024.

AGAM, METRO–Panitia Pemuktahiran Data Pemilih (Pantarlih) menyambangi kediaman Bupati Agam, Dr H Andri Warman, di Lubuk Basung, Selasa (9/7).

Dalam hal ini, Pantarlih didampingi Ketua KPU Agam, Herman Susilo, Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Agam, Rendi Oktafianda, PPK Lubuk Basung dan PPS Lubuk Basung.

Ketua KPU Agam, Herman Susilo mengatakan, kedatangan rombongan untuk melakukan Pencocokan dan Penelitian (Coklit) data bupati sekeluarga, sebagai pemilih untuk Pilkada serentak 2024.

“Ini salah satu tahapan yang tengah dijalani dalam pemutakhiran data pemilih untuk Pilkada serentak mendatang,” ujarnya.

Dikatakan, coklit ini untuk mencocokkan data yang telah dimiliki KPU, karena dikhawatirkan ada data yang tidak masuk atau keliru ke dalam daftar pemilih.

“Jika tidak masuk, tentu akan merugikan ma­syarakat sebagai warga negara yang memiliki hak suara saat Pilkada serentak nanti. Jadi, ini lah pentingnya coklit,” katanya.

Dia berharap Pilkada serentak dijadwalkan 27 November 2024 mendatang, partisipasi masya­rakat meningkat dibanding Pemilu yang sudah dilalui.

“Begitu juga Pemungutan Suara Ulang (PSU) De­wan Perwakilan Daerah (DPD) dapil Sumatera Barat yang akan dilakukan 13 Juli ini, kita berharap partisipasi masyarakat juga meningkat ,” harapnya.

Bupati Agam, Dr H Andri Warman berikan dukungan penuh Coklit yang dilakukan Pantarlih, dalam memperoleh daftar pemilih akurat untuk Pilkada serentak 2024. “Jangan sampai ada masyarakat yang tidak terdata, karena ini bisa me­rugikan mereka sebagai warga negara,” sebutnya.

Untuk itu, dia mengimbau masyarakat agar da­pat memberikan data ke­pendudukan ketika didatangi Pantarlih ke rumah masing-masing. “Apabila data tidak masuk, masyarakat yang memiliki hak pilih akan rugi karena tidak dapat menggunakan hak su­aranya saat pemilihan. Jadi mari kita sama-sama membantu, jika KPU miliki data, masyarakat miliki hak pilih,” katanya. (pry)