METRO SUMBAR

Gerakan Menanam sebagai Upaya Tekan Inflasi di Sumbar

0
×

Gerakan Menanam sebagai Upaya Tekan Inflasi di Sumbar

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI-Inflasi.

PADANG, METRO–Masih tingginya inflasi secara umum dapat menurunkan kesejahteraan ma­syarakat dan stabilitas perekonomian suatu daerah. Saat ini, inflasi masih menjadi permasalahan eko­nomi yang harus dihindari karena berpengaruh dalam menentukan harga barang di pasar secara keseluruhan.

Inflasi dapat disebabkan oleh ketidakstabilan politik yang memengaruhi perekonomian suatu dae­rah maupun negara. Kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran, seperti kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 9,68 persen, menjadi salah satu indikator terjadinya inflasi.

“Maka dari itu, kami sangat mendukung setiap kebijakan pemerintah da­lam bidang perdagangan maupun pertanian guna meningkatkan roda pere­konomian serta menekan terjadinya inflasi dengan meningkatkan hasil pro­duksi dan menjaga stok,” kata Hengki Naldo JM, Ke­tua Kelompok Persatuan Pedagang dan Petani Indonesia (P3I) Kabupaten Pa­dangpariaman.

Baca Juga  Kajari MoU Bidang Perdata dan Tata Usaha

Hengki Naldo,  juga mengajak para pedagang dan petani di Kab. Padang Pariaman untuk berkolaborasi dan selalu mendukung setiap kebijakan pemerintah dalam bidang perdagangan maupun pertanian guna meningkatkan roda perekonomian di wilayah Sumatra Barat (Sumbar).

“Selain itu, cuaca yang tidak menentu mempengaruhi proses produksi pangan dan jumlah yang diproduksi, menjadi salah satu penyebab terjadinya inflasi di wilayah Sumbar,” jelas Hengki Naldo.

Menurut Hengki Naldo, pemerintah telah melakukan beberapa upaya de­ngan memantau harga dan stok untuk memastikan kebutuhan tersedia, melaksanakan rapat teknis tim pengendalian inflasi dae­rah, menjaga pasokan bahan pokok dan barang pen­ting, serta melaksanakan pencanangan gerakan menanam.

Baca Juga  Penerima Bansos Terima Beras dan Telur Rp110 Ribu

“Dengan beberapa pro­gram yang telah dilakukan pemerintah, diharapkan inflasi di wilayah Sumbar bisa dikendalikan,” tu­tupnya. (rgr)