DHARMASRAYA, METRO–Tragis. Seorang bocah laki-laki yang sempat dilaporkan hilang tenggelam saat bermain di pinggir saluran irigasi di Jorong Taratak, Nagari Siguntur, Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Korban bernama Alfauzil Tauhid yang akrab disapa Ozil (8) yang saat ini duduk di bangku kelas 3 Sekolah Dasar Quran (SDQU) Al Kautsar itu, ditemukan 4 jam setelah Tim SAR gabungan bersama warga melakuan pencarian di saluran irigasi tersebut.
Sontak saja, orang tua korban menangis histeris melihat tubuh anaknya yang sudah terbujur kaku dievakuasi oleh Tim SAR gabungan dari saluran irigasi. Setelah itu, jenazah korban dibawa ke rumahnya untuk disemayamkan lalu dikebumikan.
Kepala BPBD Dharmasraya, Eldison mengatakan, berdasarkan keterangan saksi-sksi, kejadian itu berawal ketika korban bersama adik dan ibunya datang ke sana untuk berkunjung ke rumah saudara ibunya. Namun, rumah saudara ibu korban berada dekat dengan saluran irigasi.
“Jadi, ketika bertamu ke rumah saudara ibunya, korban ini dibiarkan bermain di pinggi saluran irigasi. Korban bermain pancingan ikan di pinggir saluran irigasi itu. Namun saat mengambil mainannya, korban terpeleset dan jatuh ke pengairan. Kejadian diketahui pada Senin 8 Juli 2024 sekitar pukul 18.00 WIB,” kata Eldison, Selasa (9/7).
Dijelaskan Eldison, ibu korban pun dibuat panik karena korban tidak ada lagi di pinggir saluran irigasi. Ibu korban bersama warga berusaha melakukan pencarian terhadap korban di sekitar saluran irigasi, tapi sayangnya korban tidak kunjung ditemukan.
“Karena korban tidak ditemukan, warga melaporkan korban hilang ke s BPBD Dharmasraya. Mendapat laporan itu, kami langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pencarian dibantu oleh personel TNI/Polri dan masyarakat setempat,” ujar dia.
Setelah dilakukan pencarian selama 4 jam lebih atau sekitar pukul 22.05 WIB, kata Eldison, Tim SAR gabungan berhasil menemukan korban dalam keadaan meninggal dunia. Lokasi penemuan korban tidak jauh dari lokasi korban dilaporkan hilang saat bermain.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat, baik dari TNI, Polri, Satpol PP, dan masyarakat yang telah ikut berpartisipasi melakukan pencarian terhadap korban. Setelah korban ditemukan, operasi pencarian dan pertolongan dihentikan,” tegas dia.
Dengan adanya kejadian ini, kata Eldison, ia mengimbau kepada seluruh masyarakat, terutama yang berada di sekitar aliran sungai maupun pengairan, agar lebih berhati-hati dan mengawasi anak-anak mereka saat bermain.
“Kami menghimbau kepada masyarakat yang tinggal di sekitar sungai dan saluran irigasi agar lebih berhati-hati dalam mengawasi anak-anak saat bermain agar tidak terjadi lagi seperti ini,” pungkasnya. (*)






