BERITA UTAMA

Kasus Kematian Afif Maulana, LBH Padang Hadirkan 3 Saksi yang Mandikan Jenazah ke Polresta

0
×

Kasus Kematian Afif Maulana, LBH Padang Hadirkan 3 Saksi yang Mandikan Jenazah ke Polresta

Sebarkan artikel ini
PERLIHATKAN FOTO— Afrinaldi (36) dan Anggun (32) berfoto dengan potret almarhum putra sulung mereka, Afif Maulana (13) di kantor LBH Padang.

PADANG, METRO–Direktur Lembaga Bantuan Hukum atau LBH Pa­dang, Indira Suryani me­nyebut pihaknya  menghadirkan 3 orang saksi di Polresta Padang untuk memberikan keterangan terkait kasus kematian pelajar SMP bernama Afif Maulana (13) pada Selasa (9/7).

“Saksi ini adalah petunjuk awal soal kondisi je­nazah Afif yang akan menerangkan luka-luka di tubuhnya. Hari ini kita bawa tiga saksi petunjuk terlebih dahulu di kasus Afif Maulana, ada tiga bapak-bapak yang memandikan jena­zahnya,” ujar Indira.

Dikatakan Indira, ketiga saksi menjelaskan bahwa saat memandikan jenazah Afif Maulana terdapat bekas-bekas kekerasan di tubuhnya.

“Ada memar sebanyak tiga titik di bagian pinggang kiri, berupa merah kebiruan. Untuk punggung sebelah kanan ada luka baret yang kami duga dipukul dengan rotan,” ujarnya.

Menurut Indira, keterangan yang diberikan oleh saksi pada hari ini fokus kepada tanda-tanda dugaan kekerasan yang muncul di tubuh Afif Maulana.

“Saksi ini dari tetangga, ada yang dari keluarga, akan tetapi bukan keluarga dekat. Ketiganya yang memandikan jenazah Afif Maulana,” pungkasnya.

Sejak awal, kata dia, keluarga Afif Maulana beserta LBH Padang tidak meyakini pernyataan polisi yang menyebut Afif lompat dari Jembatan Kuranji untuk melarikan diri.

“Kami akan menggalang dukungan ahli untuk menjelaskan situasi tersebut,” tuturnya.

Jenazah Afif Maulana ditemukan seorang warga di bawah Jembatan Kuranji, Kota Padang, pada Ahad siang, 9 Juni 2024. Kepada pihak keluarga, polisi menyatakan Afif tewas karena melompat setelah menghindar dari kejaran anggota polisi yang berupaya mencegah terjadinya tawuran pada Ahad dini hari.

Keluarga tak percaya dengan cerita itu setelah melihat kondisi jenazah Afif. Mereka lantas melaporkan masalah ini ke LBH Padang. Hasil investigasi LBH Padang menyatakan Afif tewas karena penyiksaan, bukan melompat. Pasalnya, di tubuh Afif terlihat bekas jejakan sepatu orang dewasa. LBH Padang juga menyatakan tak terdapat bekas luka seperti orang terjatuh di tubuh Afif.

LBH Padang juga menyatakan mendapatkan kesaksian jika Afif Maulana sempat tertangkap oleh sejumlah anggota polisi. Selain itu, terdapat pula 18 korban lainnya yang mengaku ditangkap polisi dan mendapatkan penyiksaan.

Meskipun demikian, Pol­da Sumabr tetap membantah jika Afif Maulana tewas karena dianiaya. Kapolda Sumbar, Irjen Suharyono menegaskan Afif tewas karena melompat dari atas jembatan. (*)