METRO PADANG

Pemko Ingatkan tak Ada Lagi Kantor Lurah yang Tutup, Edi Hasymi: Tak Ada Alasan,Pelayanan Warga Harga Mati

0
×

Pemko Ingatkan tak Ada Lagi Kantor Lurah yang Tutup, Edi Hasymi: Tak Ada Alasan,Pelayanan Warga Harga Mati

Sebarkan artikel ini
SOSIALISASI PERWAKO— Asisten I Setdako Padang, Edi Hasymi memberikan sambutan saat Sosialisasi Perwako Nomor 16 Tahun 2024 tentang Lembaga Kemasyarakatan di Kelurahan di Balaikota Padang, Senin (8/7).

AIAPACAH, METRO–Asisten I Setdako Pa­dang, Edi Hasymi mene­gas­kan kepada seluruh ja­jarannya untuk disiplin dalam bekerja. Pel­a­ya­nan kepada masyarakat menjadi harga mati.

“Layani masyarakat dengan baik, setelah ini saya tidak mau lagi men­dengar ada kantor lurah yang tutup,” tegas Edi Hasymi saat Sosialisasi Perwako Nomor 16 Tahun 2024 tentang Lembaga Ke­ma­sya­rakatan di Ke­lu­ra­han di Balaikota Pa­dang, Senin (8/7).

Edi mengakui bahwa selama ini penyebab adanya kantor lurah yang tutup karena melaksanakan wirid atau melakukan olahraga pagi. Sehingga pelayanan kepada masyarakat menjadi terganggu.

Setelah ini tidak ada lagi kantor lurah yang tutup setelah lewat pukul setengah delapan, tidak ada alasan wirid dan olahraga pagi sehingga kantor tutup atau kosong,” katanya di depan undangan yang dihadiri seluruh lurah dan camat se-Kota Padang itu.

Ke depan, Edi Hasymi menekankan pentingnya pengaturan jadwal. Ketika melaksanakan wirid atau berolahraga, pelayanan tetap dilaksanakan. Tetap menempatkan petugas di kantor.

“Ke depannya tidak ada lagi alasan apapun, pe­layanan kepada ma­syarakat tetap selalu dilakukan,” tegasnya.

Camat dan Lurah Diminta Jaga Penampilan

Di sisi lain, dalam kegiatan itu, Edi Hasymi juga menekankan kepada seluruh camat dan lurah di lingkup kerjanya untuk men­jaga penampilan. Me­nurutnya, penampilan me­rupakan cerminan diri.

“Penampilan itu penting, karena dari penam­pilan itu mencerminkan siapa kita,” katanya.

Edi menyebut, dirinya sangat berkeinginan seluruh lurah dan camat terlihat performa dan wi­ba­wanya. Sebab, dengan per­for­ma dan penampilan yang baik di tengah ma­sya­rakat, akan mencerminkan kualitas kinerja seseorang.

“Kualitas kerja seseorang gampang melihatnya, lihat saja dari caranya berpakaian, kalau rapi pasti kerjanya juga rapi,” sebutnya.

Edi mengimbau kepada seluruh lurah dan camat untuk disiplin dalam berpakaian. Tidak ada lagi pakaian yang berbeda warnanya. “Pakaian tentunya rapi, tidak boleh baju keluar, rambut rapi, mengenakan lambang korpri, ikat pinggang, dan sepatu mengkilat, saya ingin melihat lurah dan camat terlihat wi­ba­wanya,” tegas Edi. (brm)