SAWAHLUNTO/SIJUNJUNG

Malam Puncak HUT ke 5 tahun WTBOS, Berbagai Kesenian dan Budaya Ditampilkan Generasi Muda

0
×

Malam Puncak HUT ke 5 tahun WTBOS, Berbagai Kesenian dan Budaya Ditampilkan Generasi Muda

Sebarkan artikel ini
SAMBUTAN—Irini Dewi Wanti, Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan berikan sambutan.

SAWAHLUNTO, METRO–Meriahnya malam pun­cak peringatan HUT ke 5 tahun WTBOS, diisi dengan berbagai kesenian dan budaya dari generasi mu­da yang dalam bentuk Festival Galanggang Arang, Sabtu (6/7) malam di Museum Gudang Ransum Sawahlunto. Direktur Pe­ngembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Kebuda­yaan, Irini Dewi Wanti menegaskan,  pasca dite­tapkannya WTBOS seba­gai Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO tahun 2019, penguatan ekosistem budaya Kawasan WTBOS perlu terus dilakukan.

Untuk itu, guna mendukung penguatan tersebut, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) sejak tahun 2023 menyelenggarakan Kegiatan Galanggang Arang.

“Bekerja sama dengan pemerintah daerah di delapan kabupaten/kota pe­nyangga WTBOS yaitu Kota Padang, Kota Padang Panjang, Kabupaten Pa­dang Pariaman, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Solok, Kabupaten Sijunjung, Kota Solok, dan Kota Sawahlunto,” ucap Irini Dewi Wanti.

Di samping itu jelasnya,  sebagai negara-negara yang meratifikasi konvensi warisan dunia berarti kita memiliki kewajiban untuk menjaga keberlanjutan dari seluruh daerah kerja yang ditetapkan.

“Kementerian Kebudayaan, Pemerintah Pro­vinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota dan seluruh masyarakat budayawan, seniman secara bersama-sama mesti berkomitmen untuk merawat Warisan Dunia ini. Dari usaha untuk WTBOS terjadi transfer pengetahuan dari na­rasi yang kita bangun tentang warisan dunia ini bisa ditransfer kepada generasi muda agar pengeta­huan yang terutama mengakar dari budaya Minangkabau ini akan terus terlestari dalam konteks pengembangan kebuda­yaan kedepannya” kata Iriani.

Gubernur Sumatera Barat diwakili oléh Kepala Dinas Kebudayaan Pro­vinsi Sumbar, Jefrinal Arifin menyampaikan penghargaan dan apresiasi yang tinggi kepada tim kerja penguatan ekosistem budaya kawasan WTBOS.

“Penetapan WTBOS adalah momen bersejarah dan sangat penting karena telah menjadi simbol keberagaman budaya di Indonesia.Kegiatan ini juga sekaligus mengingatkan kita akan tanggung jawab bersama dalam melestarikannya agar te­tap relevan bagi generasi yang akan datang” ucapnya.

Pj Wali Kota Sawahlunto, Fauzan Hasan yang membuka secara resmi kegiatan ini mengungkapkan, penguatan ekosistem WTBOS yang dikemas dalam bentuk kegiatan Galanggang Arang.

Memberikan ruang ba­gi masyarakat, komunitas, pelaku seni, pelestari budaya dan unsur ma­sya­rakat lainnya untuk terlibat langsung dalam upaya merawat warisan dunia. Sebagaimana tema yang diusung Anak Nagari Merawat Warisan Dunia. Kita masih ada pekerjaan berat dalam menjaga keberlanjutan WTBOS diantaranya belum ada badan pengelola yang terintegrasi.

Ia melanjutkan, terpilihnya Sawahlunto sebagai tuan rumah We Are Site Manager Internasional Simposium 2025 merupakan hal yang sangat strategis dalam hal memperkenalkan Sumatera Barat kedunia Internasional khu­susnya untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan terkait pengelolaan warisan dunia oléh pengelola warisan dunia dari seluruh dunia.

“Untuk itu kami memohon dukungan penuh dari Gubernur Sumatera Barat atas terselenggaranya acara tersebut dimana saat ini kami membutuhkan perhatian dan pembenahan serius atas sarana prasarana infrastruktur untuk memberikan pera­saan aman dannyaman kepada peserta yang di­perkirakan akan diikuti oléh 36 negara nantinya” pungkasnya. (pin)