SOLSEL, METRO – Dalam rangka perwujudan program Corporate Community Responsibility (CSR) dan kepedulian terhadap lingkungan serta masyarakat sekitar, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI, turut tergerak meringankan beban korban bencana gempa di Kabupaten Solok Selatan (Solsel), yang terjadi Kamis (27/2).
Hasil pemutakhiran parameter menunjukkan, gempa ini memiliki kekuatan M 5,3. Episenter terletak pada koordinat 1,4 LS dan 101,53 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 36 kilometer arah timur laut, Kota Padang Aro, Kabupaten Solsel, Provinsi Sumbar, pada kedalaman 10 kilometer.
Rumah warga yang rusak akibat gempa berkekuatan magnitudo 5,3 di Solsel, Sumbar, bertambah menjadi 494 unit. Pemda setempat juga memperkirakan kerugian akibat gempa 5,3 M, di Solsel mencapai Rp25,6 miliar.
BNI ikut membantu korban gempa di Kabupaten Solsel.
“Saat ini selain makanan siap saji, kebutuhan pengganti hunian yang rusak merupakan kebutuhan utama yang sangat mendasar bagi korban gempa di Solok Selatan,” ujar Mechy Handayani, Pemimpin Cabang Solok.
Kali ini BNI menyalurkan bantuan berupa tenda darurat, rendang, beras, air mineral senilai Rp50.000. 000. Selanjutnya, bantuan tersebut diserahkan oleh Pemimpin BNI Cabang Solok, Mechy Handayani kepada Wakil Bupati Solsel, Drs. H. Abdul Rahman, SH, MH, disaksikan oleh Kepala BPBD Provinsi Sumbar, H. Erman Rahman, SE, M.Si.
Program BNI Berbagi, adalah sebuah program pemberdayaan kondisi masyarakat untuk mencapai taraf hidup lebih baik. Program dilaksanakan rangka mendukung dan mengimplementasikan Peraturan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), tentang Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan.
Salah bentuk dan ruang lingkup program ini adalah, bantuan dana dan/atau barang kepada masyarakat yang disalurkan dalam bentuk bantuan bencana alam.
Pada saat yang sama, BNI memastikan pengamanan atas outlet yang terdekat dari lokasi terdampak gempa di Kabupaten Solsel, yaitu BNI KK Padang Aro. Dokumen, uang, dan peralatan operasional telah dipastikan aman dari bencana, sehingga pelayanan kepada nasabah tetap dapat dilakukan melalui outlet-outlet yang terbebas dari bencana.
Sementara, Wakil Bupati Solsel, Abdul Rahman mengucapkan terimakasih atas kepedulian BNI melalui program CSR-nya terhadap korban gempa. Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Solsel menetapkan masa tanggap darurat gempa selama dua pekan. “Sudah kita tetapkan. Masa tanggap darurat selama 14 hari,” kata Abdul Rahman.
Abdul Rahman menyebutkan, masa tanggap darurat diberlakukan sampai 13 Maret mendatang. Selain pendataan, selama masa tanggap darurat akan menjamin dukungan dan bantuan kepada warga korban gempa tersalurkan dengan baik. Karena itu, petugas juga diminta proaktif mendatangi warga untuk memberikan layanan ke pusat-pusat kosentrasi warga. Banyak masyarakat yang tidak bisa mendapatkan akses keluar, karena lokasi gempa ini yang luas.
Pemkab Solsel, Provinsi Sumbar, masih membutuhkan 30 tenda darurat. Tenda tersebut dibutuhkan untuk para pengungsi yang kehilangan dan masih takut balik ke tempat tinggalnya.
Kebutuhan tenda pengungsian itu untuk Nagari (Desa) Sungai Kunyit, Nagari Talunan, Nagari Sungai Kunyit Barat, dan Nagari Ranah Pantai Cermin. Para pengungsi masih takut dengan gempa susulan dan kondisi rumah di yang rusak akibat diguncang gempa. (fan/adv)





