PAYAKUMBUH/50 KOTA

Pemkab Gelar Rakor, Ambil Langkah Kongkret Percepatan Penurunan Stunting

0
×

Pemkab Gelar Rakor, Ambil Langkah Kongkret Percepatan Penurunan Stunting

Sebarkan artikel ini
RAPAT KOORDINASI— Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Dt.Bandaro Rajo, menggelar rakor percepatan penurunan stunting di wilayah Kabupaten Limapuluh Kota

LIMAPULUH KOTA, METRO–Guna menyatukan persepsi dan meningkatkan kolaborasi antar stakeholder yang terdiri dari Camat, Korlab PKB (Pe­nyuluh Keluarga Berencana), TPK (Tim Pendamping Keluarga) dari kader KB,  pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota melalui Dinas DP2KBP3A menyelenggarakan rapat koordinasi penurunan stunting di gedung IPHI, Selasa, (2/7). Diikuti oleh ratusan kader, Rakor itu turut dihadiri oleh Bupati Safaruddin Dt.Bandaro Rajo, Kepala DP2KBP3A Wilda Reflita, Kepala DPMDN Endra Amzar, dan seluruh camat di Kabupaten Lima Puluh Kota.

Terselenggaranya Rakor stunting hari ini kata Bupati dapat memberikan hasil maksimal di tingkat nagari. Hal ini dinilainya sangat efektif karena TPK yang terdiri dari Bidan, kader PKK dan kader KB merupakan garda terde­pan dalam upaya penurunan stunting. “Kader TPK harus melakukan iden­tifikasi dan memberikan informasi tentang pen­ting mencegah stunting di 1000 hari pertama kehidupan sehingga da­pat mencegah stunting pada anak,” tambahnya.

Bupati juga berharap dengan pertemuan ini, dapat membuat komitmen untuk mengoptimalkan peran TPK kepada kelompok sasaran sehingga kelompok sasaran dapat terdata, terdampingi, terintervensi, dan terlaporkan. “Ada sejumlah arahan di tahun 2024 kepada tim percepatan penurunan stunting diantara­nya pengembangan inovasi yang dapat diterapkan di seluruh nagari, singkronisasi 8 aksi konvergensi, optimalisasi ke­giatan minilokakarya ting­kat kecamatan, mengidentifikasi baseline data dan target indikator yang perlu diprioritaskan. Kita berharap penanggula­ngan stunting di Lima Puluh Kota semakin sinergis dan dapat menurunkan angka stunting secara signifikan,” jelasnya.

Sementara itu, Wilda Reflita selaku ketua panitia menyampaikan, melalui rapat ini akan dikaji secara mendalam berbagai program dan kebijakan yang telah dan sedang dilaksanakan serta me­nyu­sun langkah konkret yang diambil untuk memastikan tahapan yang berjalan sesuai dengan target yang ditetapkan nasional pre­valensi stunting sebesar 14%. Terlaksanya rakor kata Wilda juga mende­ngarkan keluhan dan masukan para kader bagaimana formulasi penurunan stunting di Lima Puluh Kota.

“Tadi kami mende­ngar­kan keluhan para ka­der terhadap honor yang selama ini diterimanya tidak diberikan lagi semenjak pandemi covid-19. Hal ini jadi catatan DP2KBP3A untuk me­nyu­sun aturan agar para kader dapat kembali menerima honor sehingga dapat menambah sema­ngat ka­der dalam memberikan kinerja maksimal penurunan stunting di Li­ma Puluh Kota,” jelas Wilda. (uus)