DHARMASRAYAMETRO SUMBAR

Minat Warga Dharmasraya Miliki Rumah KPR Tinggi

0
×

Minat Warga Dharmasraya Miliki Rumah KPR Tinggi

Sebarkan artikel ini

DHARMASRAYA, METRO – PT Bina Maint yang bergerak di bidang pengembangan rumah di bumi mekar terus mengeliat. Hal ini dibuktikan dengan dilaksanakan kembali akad angka kredit dengan konsumen yang membeli perumahan Dharmas Village.
Serah terima akad ini diserahkan langsung oleh BTN Cabang Padang yang diwakili oleh Endang Sukmawati didampingi oleh General Affair PT Bina Maint Syahri Mayhendra dan Notaris Nike Oktalita di Gedung Pertemuan Umum (GPU) Sungai Dareh Kecamatan Pulau Punjung, Senin (25/2).
Pelaksanaan akad angka kredit ini terdiri beberapa developer yang berjumlah 30 konsumen. Sembilan diantaranya merupakan konsumen dari PT Bina Maint untuk Perumahan Dharmas Village. Banyaknya jumlah konsumen ini tidak terlepas dari tingginya minat masyarakat Dharmasraya untuk memiliki perumahan KPR yang terletak di Jorong Sungai Betung, Nagari Koto Baru, Kecamatan Koto Baru Kabupaten Dharmasraya.
General Affair PT Bina Maint, Syahri Mayhendra mengapresiasi tingginya minat masyarakat Dharmasraya terhadap Perumahan Dharmas Village ini. Hal ini terlihat dengan telah terjualnya 70 unit dari 85 unit yang ada. Saat ini telah dihuni sebanyak 20 unit dan akan terus bertambah karena kapasitas Perumahan Dharmas Village ada 140 unit.
”Kepada debitur atau konsumen diharapkan menjaga rumah yang telah dibeli tersebut dengan sebaik-baiknya, karena ini merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah daerah dengan ikut memberikan bantuan subsidi,” ujar Hendra saat ditemui di kantor Dharmas Village, Sabtu (2/3).
”Jika sudah pengikatan kredit, ditemukan kaca yang pecah atau atap seng yang bocor dan kerusakan lainnya dalam jangka 100 hari, itu merupakan tanggung jawab developer. Jika ada temuan kerusakan tersebut, catat dan laporkan kepada kami, akan kami perbaiki secepatnya. Kecuali listrik, tangung jawab PLN dikarenakan developer sudah membayar kepihak PLN,” tambah Hendra.
Selain itu, Endang selaku perwakilan BTN mengingatkan kepada pembeli untuk segera menempati rumah yang telah dibeli. Sebab, kalau tidak segera dihuni dikhawatirkan akan dicabut subsidinya oleh pemerintah karena ini diperuntukkan bagi konsumen yang memang tidak memiliki rumah.
“Rumah yang telah dibeli namun tidak dihuni maka subsidinya akan dicabut, dan ini akan merugikan pembeli,” jelas Endang.
Suku bunga 5 persen tambah Endang, tidak akan berubah sampai pelunasan, rumah yang dibeli, sertifikat akan dibalik nama atas nama pembeli dan akan diberikan ke Bank BTN sebagai anggunannya, dan dipegang oleh bank sampai ansuran kredit lunas.
Selain itu, tambah Endang, debitur bisa memilih antara asuransi jiwa dan kebakaran. Apabila pembeli meninggal dunia (debitur) maka asuransi yang membayar kreditnya. Dan apabila terjadi kebakaran akan dibantu 70 persen itu berlaku untuk rumah awal, tidak berlaku untuk yang perbaikan tambahan, dan asuransi ini berlaku salah satunya bagi debitur.
”Terkait renovasi rumah, disarankan untuk tidak merenovasi secara signifikan. Lakukan secara bertahan karena rumah ini disubsidi dan akan dievaluasi oleh pemda, apakah pemberian subsidi ini sudah tepat sasaran,” bebernya.
Hendra selaku General Affair penerima kuasa dari PT Bina Maint menjelaskan bahwa KPR yamg direalisasikan ini lebih mengutamakan mutu dan kualitas agar konsumen memiliki rumah yang ideal, nyaman dan aman untuk ditempati.
Terpisah, pihak Dinas Perkimtan PUPR Dharmasraya, Afifi mengatakan bahwa, banyaknya developer yang melakukan pengembangan rumah bersubsidi di Dharmasraya sangat membantu masyarakat dan ASN yang belum memiliki rumah.
Dijelaskan Afifi, pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR terus berupaya meluncurkan program rumah sehat sederhana dalam bentuk rusunawa. Jika melalui pengembangan ataupun Persero (developer) malah lebih bagus dan itu tergantung kesepakatan konsumen dengan deploper. Pemda hanya memfasilitasi terutama masalah perizinan serta analisa dampak lingkungan. Selain itu, Afifi juga mengimbau kepada masyarakat sebagai konsumen terutama developer agar menjaga mutu dan kualitas, serta kenyamanan bagi setiap komsumen. (g)