METRO SUMBAR

Dinas Perikanan Mentawai Serahkan Mesin Tempel, Bantuan dari Pemerintah Jangan Dijual! 

2
×

Dinas Perikanan Mentawai Serahkan Mesin Tempel, Bantuan dari Pemerintah Jangan Dijual! 

Sebarkan artikel ini
BANTUAN MESIN TEMPEL—Kepala DP Kabupaten Kepulauan Mentawai, Zakirman dan Anggota DPRD Mentawai, Maren Obaja Samaloisa serta Forkopimcam menyerahkan mesin tempel kepada kelompok nelayan.

MENTAWAI, METRO–Dinas Perikanan (DP) Mentawai menyerahkan bantuan mesin tempel dari dana Pokir DPRD Mentawai untuk meningkat ekonomi Masyarakat Nelayan, Hal itu dilakukan berdasarkan keputusan Bupati No.100.­3.3.2-57 tanggal 2 Februari 2024. Penyerahan paket pekerjaan pengadaan me­sin tempel DP Mentawai tahun anggaran 2024 tersebut dilaksanakan di halaman UPTD Pelabuhan Perikanan Pantai Sikakap, Desa Sikakap, Kecamatan Si­kakap pada Selasa, (25/6).

Kepala DP Mentawai, Zakirman menyerahkan mesin tempel secara simbolis kepada kelompok nelayan. Saat penyerahakan itu didampingi anggota DPRD Mentawai, Maren Obaja Samaloisa serta Forum Kooordinasi Pimpinan di Kecamatan (Forkopimcam) setempat.  “Terkait dengan serahterima, kepada masing masing ketua kelompok agar memperhatikan surat pernyataan agar tidak terjadi konflik dan pelanggaran dikemudian hari,” ucap Zakirman pada sambutannya. Untuk itu, pihaknya kedepan akan membuat Tim Terpadu Pe­ngembangan Perikanan (TPP).

Ia menjelaskan, Tim TPP menjadi solusi bagi persoalan kelompok nela­yan kedepan. Sementara itu Tim TPP sendiri berasal dari Kejaksaan, TNI dan Kepolisian.

Hal tersebut lanjutnya merupakan sebagai bentuk upaya pemerintah setempat menurunkan angka kemiskinan ekstrim dan stunting di Kepulauan Mentawai. Sebanyak 261 unit mesin tempel diterima oleh 16 kelompok.

Adapun rinciannya antara lain, 3 kelompok di Desa Saumangaya, Kecamatan Pagai Utara sejumlah 24 unit, 4 kelompok di Desa Taikako, 3 kelompok di DAesa Sikakap, Kecamatan Sikakap sejumlah 67 unit dan 4 kelompok di Desa Sinakak, 4 kelompok di Desa Malakopa, 3 kelompok di Desa Bulasat, 5 ke­lompok di Desa Makalo, Kecamatan Pagai Selatan sejumlah 170 unit.  “Se­dang­kan total 261 unit mesin tempel terbagi dari 217 unit mesin tempel 4 PK, 30 unit mesin tempel 8 PK dan 14 unit mesin tempel 15 PK.” tandasnya.

Baca Juga  Tiga Pejabat Fungsional dan Paramedik Dilantik

Kepala Desa Sinakak,  Tarsan Samaloisa mengatakan, terkhusus kami di Desa Sinakak belum pernah kami mendengar. Me­sin bantuan ini kami jual karena bantuan yang kami terima sebagai penopang ekonomi masyarakat  jika bantuan mesin ini kami jual terjadilah penyelewengan penggunaa.   “Kami di Sinakak hampir setiap desa sudah ada puluhan kelompok yang sudah dapat bantuan. Untuk kedepannya kita sepakati harus kita bentuk  gabungan kelompok nelayan,  karena yang kita hadapi di lapangan sulit nya mendapatkan BBM, belum lagi persoalan es untuk mendapatkan BBM saja sudah sulit dan ini perlu kita mediasi dibantu de­ngan dinas dinas terkait, bagaimana dari masing masing  desa ada pe­nga­daan minyak,” ucap Tarsan.

Kata Tarsan, banyak sekali bantuan pemerintah turun ke desa, tetapi sa­ngat sulit kita dapatkan datanya karena setelah bantuan ini diterima kelompoknya hilang. Keluhan ini hampir ada di setiap instansi. “Harapan kami kelompok yang sudah terbentuk ikuti aturan yang ada laporkan setiap kegiatan agar jelas di setiap kegiatan,” jelasnya.

Sekretaris Camat Si­kakap, Hoskilius  berharap terkait bantuan mesin ini agar dipergunakan dengan baik sesuai dengan kebutuhannya. Kami himbau bantuan mesin ini jangan sampai diperjual belikan karena ini untuk menopang ekonomi bapak ibu se­ka­lian. Karena ini adalah bantuan dari pemerintah melalui dewan yang ada. Bantuan ini bapak ibu terima dan dinas kelautan yang akan mempertanggung jawabkan atas bantuan ini.  “Maka pergunakanlah ban­tuan ini susuai kebutuhan untuk menopang eko­nomi agar lebih baik untuk kedepaanyan bantuan ini dalam bentuk kelompok dan gunakan sesuai de­ngan kebutuhan kelompok,” ingat Hoskilius .

Baca Juga  Agam Kota Ramah Anak, Gebyar Seribu Anak PAUD Digelar

Anggota DPRD Mentawai, Maren Obaja Samaloisa pada sambutannya menyampaikan, pemberian bantuan mesin tempel bertujuan untuk me­ningkatkan ekonomi ma­sya­rakat nelayan. Ia menambahkan, pemberian bantuan tersebut berda­sarkan SK dari Pemerintah Desa. Tentunya desa memiliki kewenangan dalam melakukan pengawasan.

Maren Obaja Sama­loisa juga mengapresiasi pembentukan Tim TPP. Sehingga peran Tim TPP kedepan mampu mencapai tujuan dari program Dinas Perikanan tersebut. Adanya bantuan mesin bot ini kami sangat berterima kasih kepada pemerintah.  “Mudah mudahan dengan bantuan ini dapat me­ning­katkan tarif ekonomi masayarakat agar lebih baik kedepanya. Kami sa­ngat berharap kepada masya­rakat kelompok penerima bantuan tidak ada lagi yang melanggar ketentuan ketentuan terkait bantuan ini Intinya sangat diha­rapkan kepada para kelompok pe­nerima bantuan semangat untuk merobah kehidupan yang lebih baik dan pendapatan lebih me­ningkat.”  jelas Maren Obaja. (rul)