PENDIDIKAN

Cut Mini Ajak Siswa Rajin Baca Buku

0
×

Cut Mini Ajak Siswa Rajin Baca Buku

Sebarkan artikel ini

Gelak tawa pecah dalam tenda warna putih di Tugu Perdamaian, Pantai Padang, Kota Padang, Sumatera Barat yang diisi oleh siswa SDN 09 Berok Nipah Padang dan para guru. Mereka terbahak ketika Cut Mini Theo, aktris yang memeran guru dalam film Laskar Pelangi, berbicara dalam bahasa Minang yang dicampur dengan bahasa Indonesia.
“Apo itu, bilo (kapan) besar,” katanya di hadapan siswa yang kemudian disambut tawa oleh siswa.
Cut Mini, para siswa, serta guru sedang mengikuti rangkaian acara Kejar Mimpi yang diselenggarakan CIMB Niaga di Padang. Dalam acara itu, siswa diajak bermain dan belajar di Pantai Padang, Jumat (1/3/2019).
Cut Mini yang datang jauh-jauh dari Ibukota, hadir untuk mendongeng tentang buku dan pena yang berdebat soal gerhanana matahari.
“Saya pakai kaca mata aja dulu karena saya sudah tidak bisa membaca kalau tidak pakai kacamata, awak sudah tua,” katanya kembali disambut tawa.
Menurut Cut Mini, mendongeng itu penting bagi anak-anak. Sehingga dia mengajak para orang tua untuk meluangkan waktu untuk mendongeng. “Tidak perlu lama-lama lima sampai 10 menit saja cukup, kalau lama-lama nanti anaknya bilang disiko-disiko (disini-disini) terus amak (ibu) nanti mereka akan bosan,” katanya sambil tertawa.
Mendongeng tujuannya agar orang tua dan anak bisa lebih dekat. Anak-anak akan merasa diperhatikan dan tidak diabaikan.
“Ini penting untuk mendekatkan emosi kita kepada anak-anak, biasanya menjelang tidur, anak-anak pasti senang. Ini sangat penting,” sambungnya.
Bagi anak-anak, selain mendengarkan dongeng yang penting lainnya adalah membaca buku, karena buku adalah guru. “Kalau mau kejar mimpi itu harus membaca karena membaca buku itu akan banyak ilmu yang diperoleh. Sekarang tidur melanjutkan mimpi atau bangun kejar mimpi itu?” teriaknya.
Lalu ada kata ajaib yang bisa mendekatkan emosi antara anak-anak dan orang tua, yaitu terimakasih, tolong dan maaf. “Itu dipraktikkan setiap hari pasti akan berhasil,” pungkasnya. (*/heu)