METRO SUMBAR

Festival Balon Udara dan Makanan Tradisional di Nagari Mahakarya, Festival Balon Udara Bagian Kearifan Lokal

0
×

Festival Balon Udara dan Makanan Tradisional di Nagari Mahakarya, Festival Balon Udara Bagian Kearifan Lokal

Sebarkan artikel ini
FESTIVAL BALON— Wakil Bupati Pasaman Barat, Risnawanto menghadiri dan membuka Festival Balon Udara dan Makanan Tradisional berbahan baku singkong di Lapangan Hijau Kampung I Nagari Mahakarya, Kecamatan Luhak Nan Duo, Minggu (23/6).

PASBAR, METRO–Wakil Bupati Pasaman Barat, Risnawanto menghadiri sekaligus membuka Festival Balon Udara dan Makanan Tradisional berbahan baku singkong di Lapangan Hijau Kampung I Nagari Mahakarya, Kecamatan Luhak Nan Duo, Minggu (23/6).

Kegiatan ini digelar sebagai sarana promosi dan seni budaya yang merepresentasikan kekayaan kearifan lokal masyarakat. Turut hadir dalam acara tersebut Ketua DPRD Pasbar Erianto, Plt. Kadis Pariwisata Afrizal, Camat Luhak Nan Duo Sutrisno, to­koh masyarakat, serta sta­keholder terkait lainnya.

Wakil Bupati Risnawanto mengungkapkan kebanggaannya atas terselenggaranya kegiatan yang mengangkat kearifan lokal di masyarakat, khu­susnya di Mahakarya. “Ke­giatan yang digagas ma­syarakat ini sangat positif. Pemerintah daerah sangat mendukung untuk me­ning­katkan persatuan dan kesatuan masyarakat, karena festival balon udara a­dalah bagian dari kearifan lokal,” ujar Risnawanto.

Selain itu, melalui ke­giatan lomba makanan tradisional dengan bahan baku singkong ini, lanjutnya, dapat memperkenalkan produk UMKM yang ada di Mahakarya sehingga bisa membantu me­ningkatkan perekonomian masyarakat. Even ini juga menjadi ajang kreativitas yang menghadirkan ragam inovasi dan kreasi bagi para kelompok tani dalam menciptakan makanan-makanan tradisional yang menjadi khas dari daerah setempat.

“Kegiatan ini harus dimasukkan ke dalam agenda tahunan yang terprogram untuk mendorong i­novasi masyarakat dan me­ningkatkan perekonomian masyarakat,” tambahnya.

Ia berharap Nagari Ma­hakarya dapat terus maju dan menjadi contoh bagi nagari lainnya.  Saat ini, Nagari Mahakarya sudah tergolong pada nagari ma­ju dan satu langkah lagi akan menjadi nagari man­diri, sehingga perlu pe­ngembangan BUMNag yang dapat berdampak pada perkembangan nagari. “Terima kasih kepada semua stakeholder yang telah mendukung kegiatan Festival Balon Udara dan Makanan Tradisional ini, yang dapat mengangkat kearifan lokal yang membudaya di masyarakat,” tambah Risnawanto.

Pada kesempatan yang sama, Ketua DPRD Pasbar Erianto juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini yang hanya ada di Nagari Mahakarya.

Ia menekankan pentingnya memasukkan kegiatan ini dalam agenda tahunan untuk meningkatkan kekompakan masya­rakat.

“Nagari Mahakarya telah menjadi nagari definitif, dan ke depannya perlu mencari kegiatan yang dapat mengembangkan wila­yah ini, terutama dalam mendukung peningkatan ekonomi masyarakat,” ujar Erianto.

“Untuk memperkuat UMKM di Pasbar, diharapkan KWT dapat lebih ber­kembang dengan menciptakan produk khas wilayahnya untuk meningkatkan ekonomi masyarakat,” tam­bahnya.

Ia juga menyampaikan komitmen DPRD untuk terus mendukung kegiatan yang berkaitan dengan masyarakat, yang dapat diajukan melalui pokok-pokok pikiran baik dari Nagari, Kecamatan, maupun pihak lainnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Taufik Asyiari me­nyampaikan terima kasih atas kehadiran Wakil Bupati, Ketua DPRD beserta rombongan dalam memeriahkan Festival Balon U­dara dan Makanan Tradi­sional tersebut. Ia menyebutkan kegiatan ini sudah terselenggara selama dua tahun.

Ia juga menjelaskan jumlah peserta dalam lomba balon udara sebanyak 6 kelompok dan lomba makanan tradisional berbahan baku singkong 7 kelompok. Hadiah yang diberikan, antara lain Juara I Lomba Balon Udara sebesar Rp 3.000.000, Juara II Rp 1.000.000, dan Juara III Rp 700.000. Untuk Lomba Makanan Tradisional, Juara I mendapatkan Rp 600.000, Juara II Rp 400.000, dan Juara III Rp 300.000. (end)