OLAHRAGA

Bantu Argentina Kalahkan Kanada, Messi Pecahkan Rekor Caps Terbanyak di Copa America

1
×

Bantu Argentina Kalahkan Kanada, Messi Pecahkan Rekor Caps Terbanyak di Copa America

Sebarkan artikel ini
Lionel Messi

USA, METRO–Copa America 2024 resmi bergulir pada Jumat (21/6) saat laga Argentina dan Kanada berlangsung. Pertandingan Argentina vs Kanada sekaligus menjadi pembuka gelaran Copa America 2024 di Amerika Serikat.

Laga Argentina vs Kanada digelar pada Jumat (21/6) pukul 07.00 WIB. Pertandingan pembuka Copa America 2024 ini berlangsung di Mercedes-Benz Stadium, Amerika Serikat, dan dipimpin oleh wasit Jesus Valenzuela dari Venezuela.

Permainan terbuka dengan intensitas tinggi tersaji dari awal pertandingan. Meski laga babak pertama berjalan sengit, tak ada gol tercipta hingga turun minum.

Lionel Messi yang turun dari awal pertandingan mendapat pengawalan ketat pada babak pertama laga Argentina vs Kanada ini. Penjagaan ketat kepada La Pulga membuatnya terisolasi dari permainan dan hanya menyentuh bola sebanyak 34 kali saat babak pertama.

Penampilan Lionel Messi pada laga Argentina vs Kanada ini sekaligus membuatnya memecahkan rekor terbaru pemain dengan penampilan terbanyak di Copa America 2024. Kapten Argentina ini mencatatkan penampilan sebanyak 35 kali melebihi rekor yang selama ini dipegang oleh Sergio Livingstone dari Chile dengan torehan 34 kali penampilan.

Skema bertahan ala Kanada yang menggunakan zona marking mampu meredam keganasan lini depan Argentina.  Meski tertahan La Albiceleste sempat beberapa kali mendapat peluang mengancam gawang Kanada dengan catatan dua tendangan ke arah gawang yang dikawal Maxime Crepeau yang tampil memukau.

Zona marking yang diterapkan Kanada mampu menahan Argentina tidak mencetak gol hingga turun minum pertandingan. Skor 0-0 bertahan hingga babak pertama laga Argentina vs Kanada.

Gol pembuka pertandingan baru hadir saat menit ke-49 saat Julian Alvarez tak terkawal di depan gawang Kanada. Gol perdana Argentina pada Copa America 2024 ini dimulai dari umpan cerdas yang dikirimkan Lionel Messi kepada Mac Allister yang masuk ke kotak penalti.

Mendapat umpan manis, Mac Allister yang berhasil menguasai bola mendapat pelanggaran dari kiper Kanada Maxime Crepeau. Namun, sebelum kehi­langan bola Mac Allister sempat memberi umpan kepada Julian Alvarez yang lebih menguntungkan untuk mencetak gol.

Wasit tak menghentikan pertandingan meski Mac Allister terjatuh di kotak penalti. Sebab, bola masih dapat dikuasai oleh Argentina dan menjadi advantage untuk La Albiceleste. Gol yang dicetak Julian Alvarez mengubah skor menjadi 1-0 untuk Argentina.

Baca Juga  Bentuk Generasi yang Kuat, Anggota DPRD Sawahlunto Terpilih Susi Hariyati Ajak Generasi Muda Galakkan Olahraga

Kanada terus mencoba menembus pertahanan rapat yang dibangun oleh anak asuh Lionel Scaloni. Tengah asyik menyerang, Kanada mendapat situasi counter attack dari Argentina dan menghasilkan gol kedua untuk La Albiceleste.

Gol kedua Argentina ini tercipta pada menit ke-88 pertandingan. Tambahan gol untuk La Albiceleste ini dicetak oleh kaki kanan topscorer Serie A Lautaro Martinez lewat assist dari Lionel Messi dari lini tengah Argentina.

Gol ini lahir dari umpan visioner Lionel Messi yang melihat Lautaro lari ke ruang yang kosong diperta­hanan pembuka Copa America 2024 ini. Lautaro Martinez mencetak gol kedua ini sekaligus menjadi gol ke-25 selama bermain di Copa America 2024 bersama Argentina.

Skor meyakinkan 2-0 tetap bertahan sampai wasit meniup peluit panjang tanda akhir pertandingan Argentina vs Kanada pada matchday pertama Grup A Copa America 2024. Keberhasilan juara bertahan mengalahkan tim debutan Copa America 2024 ini membuat Argentina kini bertengger di puncak klasemen dengan koleksi tiga poin.

Secara statistik pertandingan Argentina vs Kanada terlihat anak asuh Lionel Scaloni lebih banyak menguasai jalannya laga. Catatan penguasaan 65% mi­lik Argentina berbanding dengan 35% penguasaan bola Kanada. Akurasi operan juara bertahan Copa America 2024 ini juga sangat bagus dengan 90%, sementara Kanada cukup baik dengan akurasi operan 81%.

Dari segi efektivitas usaha mencetak gol Argentina juga jauh lebih unggul daripada Kanada. Argentina mampu melepaskan sebanyak 19 kali percobaan tendangan dengan 12 diantaranya mengarah ke gawang Kanada yang dijaga oleh Maxime Crepeau. Penampilan memukau Maxime Crepeau mampu menyelamatkan gawang Kanada dari lebih banyaknya kebobolan.

Pertandingan selanjutnya Argentina akan melawan Chile pada Rabu (26/6) pukul 08.00. Kanada yang mendapat hasil minor juga memiliki tekad bangkit saat bertemu Peru di matchday kedua Copa America 2024 pada Rabu (26/6) pukul 05.00 WIB.

Bintang timnas Argentina Lionel Messi baru saja memecahkan rekor caps terbanyak di Copa America setelah ia tampil dalam kemenangan 2-0 La Albiceleste atas Kanada pada laga pembuka edisi ke-48 Copa America 2024 Amerika Serikat di Stadion Mercedez-Benz, Georgia, Jumat WIB.

Baca Juga  Jadwal Liga Inggris Pekan Ke-34, Satu Poin Sudah Cukup Antar Liverpool Juara Musim Ini

Dilansir dari laman resmi Copa America, Jumat, penampilan itu merupakan penampilan ke-35 Messi dari tujuh edisi turnamen tersebut yang sekaligus mengalahkan rekor yang sebelumnya kiper bersejarah Chile Sergio Livingstone pada tahun 1953.

Messi melakukan debutnya di Copa América pada usia 20 tahun dimana ketika itu ia dipanggil oleh pelatih Alfio Basile. Pada edisi selanjutnya, Messi mengikuti Copa America dengan tiga pelatih yaitu Sergio Batista (2011), Gerardo Martino (2015 dan 2016), dan Lionel Scaloni (2019, 2021, dan 2024).

Dalam enam edisi yang telah ia ikuti sebelumnya, La Pulga meraih satu gelar pada edisi 2021, tiga kali runner-up pada 2007, 2015, dan 2016, juara ketiga pada 2019, dan mencapai perempat final pada 2011.

Dari enam edisi itu, catatan gol terbaiknya adalah pada edisi 2016 dimana ia mencetak lima gol dari lima laga. Sementara catatan terbaik keduanya adalah pada edisi 2021 ketika dengan empat golnya dari tujuh laga membawa Argentina meraih juara ke-15.

Pada laga melawan Kanada, menandai penampilan ke-35-nya, Messi bermain penuh dengan catatan cukup mengesankan, termasuk satu asis pada gol Lautaro pada menit-menit akhir. Ia melepaskan enam tem­bakan (lebih banyak dari pemain lain dalam per­tandingan ini) yang empat di antaranya di dalam kotak dan tiga tepat sasaran.

Messi juga menyelesaikan sembilan sentuhan di dalam kotak dan menciptakan dua peluang mencetak gol. Ia melakukan dua kali pemulihan bola di sepertiga akhir lapangan dan memenangkan penguasaan bola sebanyak tiga kali melawan Kanada.

Statistik lain yang menjadikan pemain 36 tahun itu sebagai yang terbaik dalam pertandingan itu adalah umpan-umpannya di sepertiga akhir dimana ia menyelesaikan 27 dari 132 yang dicapai Argentina. Torehan ini disusul Di María dan De Paul dengan masing-masing sebanyak 18. (jpg)