SOLSEL, METRO – Pascagempa di Solsel, masyarakat masih enggan beraktivitas di dalam rumah. Mereka trauma akan terjadinya gempa susulan. Dari pagi hingga siang tadi masih ada gempa susulan hingga 6 kali.
”Masih terasa gempa susulan. Memang gempanya kecil, tapi cukup membuat kami bersama warga menjadi takut. Warga kami sangat trauma,” ujar Anto, Kepala Jorong, Koto Sungai Kunyit, Nagari Sungai Kunyit, Sangir Balai Janggo, Solsel, Jumat (1/3).
Dijelaskan, akibat gempa tektonik ini, membuat masyarakat tidak berani lagi masuk dan beraktifitas di dalam rumah. Warga lebih memilih beraktifitas di luar rumah. Jorong Koto Sungai Kunyit, Nagari Sungai Kunyit, merupakan daerah terparah yang di landa gempa ini.
Dari data BPBD di posko bencana, di Jorong Koto Sungai Kunyit ini sebanyak 41 rumah rusak berat, 17 rusak sedang dan 16 rusak ringan.
“Rumah rusak berat tidak ada yang ditunggui warga, mereka memilih menginap di tenda,” sebutnya.
Menurutnya saat ini yang dibutuhkan oleh warga adalah tenda untuk menginap, sedangkan bantuan logistik sudah datang dari berbagai pihak.
Seorang warga, Koto Sungai Kunyit, Sukma, mengakui bahwa dia bersama keluarganya menginap di tenda. Hal ini karena masih adanya gempa gempa susulan. “Kami masih takut masuk kerumah, karena adanya gempa susulan. Semua aktifitas kami lakukan diluar,” tuturnya.
Pantauan POSMETRO di lapangan, puing-puing reruntuhan masih nampak di rumah rumah yang menjadi keganasan gempa tektonik 5,6 SR. Rumah rumah itu kosong tak berpenghuni, semua barang barang rumah tangga sudah diungsikan ke rumah kerabat atau tetangga. Jika pekarangan rumahnya cukup luas, maka didirikan tenda, meski tenda itu ada dari pemerintah ataupun didirikan secara swadaya oleh warga.
Bupati Solsel H Muzni Zakaria saat berkunjung di lokasi mengatakan, saat ini yang sangat dibutuhkan oleh warga adalah tenda untuk tempat warga menginap. Meski saat ini sudah ada, tapi belum mencukupi, karena masih banyak warga yang menginap di tenda, malah ada tenda yang hanya dibangun dengan terpal.
”Saat ini yang utama adalah tenda untum warga beraktifitas, logistik atau bantuan lainnya sudah berjalan,” katanya didampingi Sekretaris BPBD Solsel Sumardianto.
Disebutkan Bupati, kepada petugas di posko untuk segera menginvetarisir kebutuhan yang diperlukan oleh warga, baik yang mendesak ataupun kebutuhan lainnya.
“Segera data kebutuhan bagi korban gempa, lalu umumkan biar orang yang menyumbang tahu kebutuhan yang akan mereka bantu,” katanya.
Akibat gempa ini, data BPBD Solsel mencatat, kerugian mencapai 25,6 Miliar. Data terakhir BPBD menyebutkan 479 rumah rusak yakni 211 rusak berat, 152 rusak sedang dan 116 rusak ringan serta 15 fasilitaa umum. “Akibat bencana gempa ini, kerugian ditaksir mencapai 25,6 Miliar,” katanya.
Akibat bencana ini korban gempa di Solsel hingga, Jumat (1/3) berdasarkan laporan ada 61 orang yang menjadi korban, yakni Puskesmas Mercu 43 orang, Puskesmas Abai 11 orang, Puskesmas Talunan 5 orang, Puskesmas Bidar Alam 2 orang dan satu orang dirujuk ke RSUD total 61 orang.
“Hingga hari ini, ada 61 orang yang menjadi korban dan mendapat rawatan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Solsel, H Novirman.
Sementara itu, PDAM Solsel menyiagakan satu unit tangki air untuk memenuhi suplai air bersih bagi korban gempa. Satu tangki ibi mampu membawa 4.000 liter air bersih.
“Kami menyediakan satu tangki untuk menyuplai air bersih di lokasi gempa. Tangki disiagakan di posko bencana di Kantor Camat Sangir Balai Janggo (SBJ),” ujar Direktur PDAM Solsel, Endri Karani, Jumat (1/3).
Dijelaskan, tangki air minum baru di di kerahkan ke lokasi bencana Jumat pagi. Dimana di daerah tidak ada fasilitas PDAM. “Memang di daerah itu belum ada sarana air bersih dari PDAM. Sehingga untuk mensuplai air bersih kami menerjunkan satu unit mobil tangki,” ungkapnya.
Menurutnya, untuk mengisi ulang air bersih di mobil tangki, karena di daerah tidak ada jaringan PDAM, ketika tangki kosong harus kembali ke Lubuak Gadang Utara Kecamatan Sangir.
“Untuk mengisi ulang tangki air bersih, harus kembali ke Sangir dengan jarak lebih kurang 20. Tapi itu masalah, karena kondisi jalan yang sudah bagus,” katanya. (afr)





