METRO SUMBAR

Isteri Ketua DPRD Afrida Roni Mulyadi Beri Trauma Healing

0
×

Isteri Ketua DPRD Afrida Roni Mulyadi Beri Trauma Healing

Sebarkan artikel ini
FOTO BERSAMA—Ny Afrida Roni Mulyadi foto bersama guru dan murid SDN 31 Paninjauan, Kecamatan X Koto saat kegiatan trauma healing.

TANAHDATAR, METRO–Siswa SDN 31 Paninjau­an, Kecamatan X Koto, Tanah­datar, menerima bantuan perlengkapan pendidikan, dari DPC Partai Gerindra, berupa tas dan alat tulis, sebagai bentuk kepedulian, Sabtu lalu. Bantuan tersebut diserahkan langsung Ketua IKA Tanahdatar dan Perempuan Indonesia Raya (PIRA) Ny. Afrida Roni Mulyadi

Ny. Afrida Roni Mulyadi sebutkan, bantuan yersebut bersumber dari Dewan Pim­pinan Cabang (DPC) Gerindra Tanahdatar. “Bantuan ini bersumber dari DPC Gerinda, saya bantu serahkan untuk anak didik SDN 31,” kata Ny. Afrida.

Ia berharap semoga ban­tuan tas sekolah serta alat tulis ini dapat meringankan beban orang tua siswa. “Ja­ngan nilai besar atau kecil­nya bantuan ini, tapi lihatlah bentuk kepedulian DPC Ge­rindra pada peserta didik disini,” ucapnya.

Disampaikan, DPC Gerindra Tanahdatar khusus­nya, akan terus berupaya berkontribusi demi menciptakan generasi cerdas dan tangguh, yang berlandaskan adat basandi satak sa­rak basandi kitabullah (ABSSBK)

Dikesempatan itu, Ny. Afrida Rony Mulyadi juga memberikan trauma healing untuk anak-anak SD 31 Paninjauan, Kecamatan X Koto Tanah Datar.

Ia juga mengatakan trauma healing menjadi langkah pen­ting dalam proses penyembuhan diri bagi anak korban bencana. “Kegiatan ini bertujuan untuk mengalihkan pikiran negatif terhadap bencana dan menghindarkan anak-anak dari kesedihan yang berlarut-larut,” ujarnya.

Bila hujan tiba, pelajar yang menempuh pendidikan di SD tersebut masih terlihat trauma. Bencana Galodo dan banjir bandang sangat menghantui mereka. Aliran sungai didaerah tersebut terhubung langsung dengan gunung Marapi.

Bersama Kepala Sekolah, staf pengajar serta tata usaha, Ny Afrida Roni Mulyadi mengajak seluruh siswa siswi SDN 31 Paninjauan bermain dan bergembira. “Kami bermain dan bergembira bersama. Beberapa permainan kami munculkan. Anak anak terlihat senang, sejenak rasa takut mereka hilang,” kata­nya.

Dalam proses trauma healing, anak-anak diajak untuk melakukan kegiatan yang menyenangkan sehingga dapat melupakan trauma yang diakibatkan oleh bencana. “Hal ini penting untuk membantu mereka pulih secara emosional dan mental setelah mengalami tragedi yang me­milukan,” jelasnya.

Disebutkan, murid di­se­kolah ini berjumlah sekitar 88 orang. Saat itu mereka terlihat senang dan gembira.

Dengan penuh kasih sa­yang, Ny Afrida bermain bercanda bersama para tunas bangsa disekolah itu. Para pelajar itu sesekali juga me­nunjukan kebolehannya da­lam bermain. “Hiburan sederhana bagi anak anak korban bencana, cukup membantu menghilangkan trauma mereka. Kegiatan yang sangat menyenangkan,” katanya. Hiburan ringan ini dapat me­ngedukasi anak anak korban bencana, kami bernyanyi, mendongeng serta kegiatan-kegiatan lain yang dapat mem­buat anak-anak melupakan bencana yang mereka a­lami,” pungkasnya. (ant)