PADANG, METRO–Mobil Toyota Innova yang dijadikan armada angkut penumpang (travel) jurusan Padang-Lubuk Basung ditabrak kereta api di pelintasan tanpa palang pintu Simpang Arang Perahu, Kelurahan Batang Kabung Ganting, Kecamatan Koto Tangah, Selasa (18/6) sekitar pukul 07.00 WIB.
Akibat insiden nahas itu, sopir berikut dengan enam penumpang mengalami luka-luka. Warga setempat langsung mengevakuasi para korban untuk keluar dari mobil dan membawa korban ke Puskesmas Lubuk Buaya untuk mendapatkan penanganan medis.
Namun karena kondisi para korban mengalami luka cukup serius, enam orang korban dirujuk ke RSUD Rasidin Padang dan satu orang yang mengalami patah tulang dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Hermina Padang untuk mendapatkan penaganan intensif.
Sementara, kondisi mobil Innova berwarna putih dengan pelat nomor B 1138 SVM itu yang terpental beberapa meter dan tersangkut di pagar besi pengaman rel, mengalami kerusakan yang cukup parah. Pada bagian samping kiri dan kanan serta belakang ringsek.
Kasi Humas Polresta Padang, Ipda Yanti Delfina mengatakan, mobil travel rute Lubuk Basung – Padang itu dikemudikan oleh Bayu Ade Putra (33). Sebelum kejadian mobil sudah terlebih dahulu mengantar penumpang yang melewati perlintasan kereta tanpa palang tersebut.
“Saat itu mobil tersebut hendak keluar dari Simpang Arang Perahu Kelurahan Batang Kabung Ganting, setelah selesai mengantarkan penumpang untuk menuju kembali ke Jalan raya. Namun sesampainya di pelintasan kereta api tanpa palang pintu, tiba-tiba kereta api muncul dan langsung bertabrakan,” kata Ipda Yanti.
Ipda Yanti menuturkan, akibat kejadian itu, tujuh orang termasuk sopir menjadi mengalami luka di bagian kepala, pipi, tangan dan patah tulang, seluruh korban langsung dilarikan ke rumah sakit.
“Total ada tujuh orang korban dalam peristiwa tersebut, termasuk sopirnya. Saksi beserta masyarakat setempat berusaha untuk mengevakuasi para korban untuk keluar dari mobil dan membawa korban ke rumah sakit dan puskesmas,” ungkapnya.
Sementara itu, ujar Ipda Yanti, menurut keterangan salah seorang saksi, dia sempat memberitahukan kepada si sopir bahwa ada kereta api yang akan melintas dengan cara meneriakinya. Namun teriakan tersebut tidak terdengar oleh sang sopir di karenakan kaca mobil dalam keadaan tertutup sehingga tidak suara dari luar tidak terdengar sedikitpun.
“Saksi di TKP juga berusaha untuk memberitahukan kepada sopir bahwa ada kereta api dari Pariaman menuju Padang yang akan melintas. Namun teriakan saksi tidak terdengar oleh sopir karena kaca mobil dalam keadaan tertutup. Sehingga kereta api menabrak mobil itu dan terpental sejauh 2 meter,” ungkapnya. (brm)






