PEMUDA, METRO–Pada Idul Adha 1445 H, Bank Nagari menyalurkan 12 ekor sapi kurban melalui program Bank Nagari Berkurban. Hewan kurban itu disalurkan ke masjid sekitar Bank Nagari Kantor Pusat dan Pegambiran, daerah terpencil dan terdampak bencana alam di Sumbar, PWI Sumbar dan PDAM Kota Padang.
Rincian 12 ekor sapi kurban itu yakni empat ekor sapi untuk empat masjid sekitar Bank Nagari Kantor Pusat dan Pegambiran, lima ekor sapi untuk daerah terpencil dan terdampak bencana alam di Sumbar. Kemudian satu ekor sapi disalurkan ke PWI Sumbar, satu ekor sapi disalurkan ke PDAM Kota Padang, dan satu ekor sapi untuk PMI Sumbar. Melalui PMI Sumbar selanjutnya akan diolah menjadi makanan jadi dan diserahkan oleh relawan PMI pada daerah terdampak bencana Sumbar.
Lima ekor sapi untuk daerah terpencil dan terdampak bencana alam di Sumbar itu diserahkan secara simbolis oleh Pjs Direktur Utama Bank Nagari Gusti Candra ke Kepala Biro Kesra Setprov Sumbar Al Amin di Aula Lantai IV Kantor Pusat Bank Nagari, Jumat (14/6). Dilanjutkan dengan penyerahan secara simbolis empat ekor sapi kurban ke pengurus masjid.
“Setiap tahun kami menyalurkan hewan kurban kepada masyarakat Sumbar. Tahun ini Bank Nagari kembali menyalurkan hewan kurban yang berasal dari seluruh pegawai termasuk jajaran direksi yang menyisihkan sebagian penghasilannya,” kata Pjs Direktur Utama Bank Nagari Gusti Candra.
Penyaluran sapi kurban ini, sebut Gusti, sebagai bentuk kepedulian sosial dan berbagi serta juga dalam rangka saling bersinergi dengan pihak-pihak yang selama ini telah berjasa dengan Bank Nagari. “Untuk itu senantiasa kita menyerahkan sapi kurban kepada pihak-pihak tersebut,” ucapnya.
Ia menyebutkan tahun ini ada 12 ekor sapi dialokasikan Bank Nagari. “Kegiatan serupa juga dilaksanakan oleh kantor-kantor cabang dan cabang pembantu Bank Nagari di Sumbar maupun luar Sumbar,” ungkapnya.
Gusti Candra juga menggugah jajaran komisaris, direksi, pemimpin divisi, pemimpin cabang dan karyawan Bank Nagari untuk terus rutin tiap tahun berkurban. Pasalnya, kurban tersebut tidak akan mengurangi rezeki malah mendapatkan suatu keuntungan.
“Kita yakin di kantor cabang dan cabang pembantu Bank Nagari pasti mempunyai lingkungan yang butuh perhatian. Jika semua orang mendoakan kebaikan kita, InshaAllah Bank Nagari dijauhkan dari bala, dimudahkan rezeki, dimudahkan keuntungannya, pengurusnya serta karyawannya,” tutur Gusti Candra.
Apalagi, sebut Gusti Candra, Bank Nagari telah memiliki sebuah produk tabungan Sikoci Qurban. Produk itu diperuntukkan bagi nasabah yang ingin melaksanakan ibadah kurban.
Tabungan dapat dicairkan apabila sampai dengan masa kurban dan jumlah nilai kurban seharga 1 ekor kambing/1 ekor sapi atau sesuai harga kurban yang berlaku saat itu. “Dan setelah dicairkan, tabungan bisa diisi kembali (berulang) untuk musim kurban berikutnya,” ungkapnya.
Diketahui, Tabungan Sikoci Qurban bisa dilakukan secara perorangan maupun kelompok/komunitas/instansi/keluarga/sekolah atau institusi/organisasi permasyarakatan lainnya untuk nasabah Warga Negara Indonesia, dengan setoran awal Rp100.000 dan setoran selanjutnya minimal Rp50.000. Tabungan ini tidak diberikan kartu ATM karena difokuskan hanya untuk menabung.
Keuntungan Sikoci Qurban, nasabah bebas biaya administrasi, dapat menggunakan akad Mudharabah (bagi hasil) atau Wadiah (titipan), serta dilayani di seluruh jaringan kantor Bank Nagari (Konvensional dan Syariah).
Sementara itu, Kepala Biro Kesra Setprov Sumbar Al Amin mengapresiasi Bank Nagari telah berkurban sebanyak 12 ekor sapi. Setiap tahun bank kebanggaan Sumbar ini menyalurkan kurbannya ke masyarakat Sumbar.
“Alhamdulillah kita di Pemprov Sumbar juga mengumpulkan kurban dari seluruh aparatur sipil negara (ASN). Kurban ASN kita tahun ini sebanyak 65 ekor sapi. Ditambah 5 ekor sapi dari Bank Nagari, kemudian dari Askrida dan Jamkrida. Jadi keseluruhannya 73 ekor sapi,” ungkap Al Amin.
Ia menyebutkan dalam penyaluran hewan kurban ini diprioritaskan untuk daerah bencana di Sumbar yakni Kabupaten Agam, Kabupaten Tanahdatar, Kota Padangpanjang serta Kabupaten Pesisir Selatan. Bentuk diberikan berupa sapi.
“Tujuannya agar merasakan pelaksanaan penyembelihan hewan kurban. Sehingga silaturahmi antarwarga terjalin dan semakin kuat,” harapnya.
Kemudian, sebut Al Amin, daerah terisolir. Pasalnya masih ada masyarakat di lingkungan masjid dan mushala di Sumbar tidak mampu berkurban. “Supaya masyarakat yang tidak mampu berkurban merasakan penyembelihan hewan kurban,” tuturnya.
Ia juga berpesan kepada pengurus masjid menerima hewan kurban dari Bank Nagari agar disyukuri. “Mari kita syukuri atas hewan kurban dari Bank Nagari,” ajaknya. (rom)






