METRO SUMBAR

”Tidak Boleh Lagi Ada Anak Mengalami Stunting di Payakumbuh”

0
×

”Tidak Boleh Lagi Ada Anak Mengalami Stunting di Payakumbuh”

Sebarkan artikel ini
Tidak Boleh Lagi Ada Anak Mengalami Stunting di Payakumbuh
GENDONG ANAK— Pj. Wali Kota Payakumbuh Suprayotno saat bersama anak-anak di Posyandu dalam kegiatan penurunan angka stunting.

PAYAKUMBUH, METRO–Keberhasilan pemba­ngunan suatu daerah da­pat diukur dari seberapa baik Pemerintah Daerah setempat mampu mena­ngani masalah kesehatan, termasuk masalah stunting. Hal tersebut disampaikan oleh Penjabat (Pj) Wali Kota Payakumbuh Supra­yitno saat memantau langsung kegiatan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting di Posyandu Dah­lia Tanjuang Anau, Kelurahan Ompang Tanah Sirah, Kecamatan Payakumbuh Utara, Kamis (13/6).

Intervensi serentak yang dilakukan bertahap di seluruh Posyandu di Kota Payakumbuh tersebut me­nyasar ibu hamil, bayi dan balita, serta calon pengantin.

Dikatakan Suprayitno pertemuan ini menunjukkan seluruh lapisan ma­sya­rakat telah bersepakat untuk mencegah stunting, terlebih program ini diadakan serentak secara nasional.  “Tidak boleh lagi ada anak yang mengalami stunting di Kota Payakumbuh, ini komitmen kita,” tekadnya.

Suprayitno mengung­kapkan, upaya mencegah stunting adalah PR kita bersama, oleh karena itu, kita perlu kerjasama yang baik dari semua pihak, salah satunya masyarakat.  “Jadi, warga harus aktif dan jangan segan. Aktif datang ke posyandu dan juga aktif mengkomunikasikan per­kembangan kehamilannya atau bayinya. Kalau memang ada gejala yang mungkin tidak biasa, harus dikomunikasikan dengan kader kesehatan atau petugas kesehatan,” katanya.

Baca Juga  Pengelolaan Zakat Transparan, Baznas Agam Predikat WTP

Kemudian, Suprayitno juga berpesan kepada seluruh kader posyandu agar memiliki keterampilan da­lam pengukuran antropometri terstandar serta memastikan pencatatan hasil penimbangan dan pengukuran ke dalam sistem informasi EPPGBM di hari yang sama.

“Bagaimanapun, kita perlu memastikan intervensi PMT pangan lokal diterima oleh ibu hamil dan balita yang bermasalah gizi dengan baik,” terangnya.

Melalui intervensi se­rentak ini, ia berharap pendataan seluruh sasaran di posyandu dapat menyentuh angka akurat dan para sasaran mendapatkan pen­dampingan yang layak serta datang ke posyandu.

Baca Juga  Rombongan Alumni Lemhanas Dijamu di Indojalito

“Pemeriksaan yang le­bih diintensifkan ini dapat mempercepat temuan dan penanganan. Bayi atau balita, bumil, maupun ca­tin yang memiliki perkem­bangan di bawah standar agar dapat segera dilakukan penanganan,” tukas­nya.

“Kita menargetkan pe­nurunan jumlah balita stunting baru lebih tajam melalui intervensi serentak pencegahan stunting ini. Mari kita cegah dan lawan bersama stunting demi generasi emas 2045,” tu­tupnya dengan optimis.

Turut hadir pada kegiatan tersebut Kepala Dinas Kesehatan Wawan Sofianto, Camat Payakumbuh Utara Jhonny Parlin, Lurah Ompang Tanah Sirah, TP PKK Kelurahan Ompang Tanah Sirah, kader posyandu, serta tamu unda­ngan lainnya. (uus)