METRO SUMBAR

Rakor Pengendalian Inflasi Secara Virtual dengan Kemendagri RI, Grafik Harga Bahan Pangan di Pasbar Cenderung Naik

0
×

Rakor Pengendalian Inflasi Secara Virtual dengan Kemendagri RI, Grafik Harga Bahan Pangan di Pasbar Cenderung Naik

Sebarkan artikel ini
SUASANA—Terlihat suasana rakor Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) berasma Menteri Dalam Negeri RI secara virtual dari Ruangan Balkon Kantor Bupati, Senin (10/6).

PASBAR, METRO–Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Inflasi bersama Menteri Dalam Negeri RI secara virtual dari Ruangan Bal­kon Kantor Bupati, Senin (10/6). Rapat dibuka oleh Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Jenderal Polisi (Purn) Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D.

Dalam paparan awal, Menteri Dalam Negeri me­nyampaikan bahwa berdasarkan inflasi dari tahun ke tahun (Mei 2024 terhadap Mei 2023), inflasi Indonesia berada pada peringkat 73 dari 186 negara di dunia (diurutkan dari angka inflasi terendah hingga tertinggi) dengan angka 2,84%. Dari angka tersebut, inflasi di Indonesia tergolong ke dalam ka­tegori inflasi ringan.

Ia menambahkan, ada dua negara di dunia yang inflasinya tergolong ke dalam kategori hyperinflasi, yaitu Argentina dan Suriah, dengan angka inflasi masing-masing sebesar 289% dan 140%. Dari data ini, dapat disimpulkan bahwa inflasi di Indonesia masih stabil dan terkendali.

Amalia Adininggar Wi­dyasanti, Ph.D., selaku Plt. Kepala Badan Pusat Statistik, juga menyampaikan bahwa beberapa komoditas yang biasanya me­nyum­bang inflasi pada momentum Idul Adha a­dalah cabai merah, cabai rawit, bawang merah, telur ayam ras, dan tarif angkutan udara.

Berdasarkan per­kem­bangan harga komoditas pangan hingga Minggu ke-1 Juni 2024, harga cabai merah naik sebesar 1,46% dibanding Mei 2024, harga cabai rawit mulai naik sebesar 0,26%, harga telur a­yam ras turun sebesar 1,54%, dan harga beras mengalami penurunan se­besar 0,91%.

“Kesimpulannya, berdasarkan pemantauan har­ga SP2KP pada minggu pertama Juni 2024, komo­ditas pangan yang perlu diwaspadai adalah cabai ra­wit. Komoditas ini menga­lami peningkatan harga dan penambahan jumlah kabupaten/kota yang me­ngalami kenaikan harga. Harga bawang merah me­nunjukkan penurunan signifikan pada M1 Juni 2024, sementara harga bawang putih, telur ayam ras, dan gula pasir perlahan me­ngalami penurunan,” jelasnya.

Pada kesempatan ter­sebut, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Ma­nusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy juga me­nyampaikan terkait Koordinasi Penanggulangan Tuberkulosis (TBC) di Indonesia. Ia menyebutkan bahwa Indonesia saat ini berada pada posisi kedua tertinggi di dunia dengan jumlah kasus baru TBC, setelah India, dengan jumlah kasus sebanyak lebih dari 1 juta.

Dalam rapat, beberapa arahan yang disampaikan Menko PMK kepada pemerintah daerah di antaranya adalah agar Pemda melaksanakan penanggulangan TBC dengan konvergensi semua intervensi dan melibatkan semua OPD serta stakeholders relevan.

“Langkah selanjutnya yaitu membentuk dan memastikan berfungsinya Satgas TBC desa/ kelurahan/ kecamatan dan TP2TB provinsi/ kabupaten/ kota. Pastikan implementasi setiap intervensi berjalan konsisten dan berkelanjutan. Terakhir, lakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan intervensi hingga ke tingkat desa/ kelurahan secara rutin, konsisten, dan berkelanjutan,” terangnya.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga menambahkan bahwa selama 200 tahun terakhir, total jumlah kematian karena TBC mencapai 1 miliar. Beliau juga mengingatkan agar penyakit TBC ini da­pat menjadi perhatian bagi semua pihak, karena jumlah kematian akibat TBC lebih banyak daripada jumlah kematian akibat pandemi Covid-19.

Beliau juga menyampaikan bahwa beberapa peran Pemda berdasarkan Perpres No.67 Tahun 2021 di antaranya adalah me­nerbitkan peraturan gubernur dan bupati/walikota terkait penanggulangan TBC, membentuk tim percepatan penanggulangan TBC, membuat rencana aksi daerah, dan melakukan monitoring bulanan program TBC.

Sementara itu, berda­sarkan grafik harga bahan pangan di Kabupaten Pasaman Barat mulai tanggal 3 Juni sampai dengan 10 Juni 2024, menunjukkan nilai perubahan harga yang cen­derung naik.

Bahan pangan yang mengalami kenaikan harga adalah minyak goreng curah, cabai rawit hijau, jagung lokal pipilan, dan cabai merah lokal.

Sedangkan bahan pangan yang mengalami penurunan harga adalah ba­wang merah. Berikut urutan waktu dan tingkat persentase perubahan harga pangan yang telah terjadi. Pada tanggal 6 Juni 2024, harga minyak goreng cu­rah naik sebesar 3,03%.

Pada tanggal 7 Juni 2024, harga cabai rawit hijau mengalami kenaikan sebesar 10,00%, diikuti ba­wang merah yang menga­lami penurunan harga men­capai 8,33%. Pada tanggal 10 Juni 2024, jagung lokal pipilan mengalami kenaikan mencapai 8,33%, diikuti cabai merah lokal yang mengalami kenaikan mencapai 7,14% dari harga sebelumnya. (end)