METRO SUMBAR

Lahan Pertanian Acap Kali Dilanda Bencana Banjir, Distan Dorong Petani Asuransikan Lahan Pertanian

1
×

Lahan Pertanian Acap Kali Dilanda Bencana Banjir, Distan Dorong Petani Asuransikan Lahan Pertanian

Sebarkan artikel ini
MEMIRISKAN—Terlihat kondisi lahan pertanian masyarakat saat terendam banjir sangat memiriskan.

PAYAKUMBUH, METRO–Sejumlah lahan pertanian di Kecamatan Payakumbuh Utara Kota Payakumbuh direndam banjir akibat hujan lebat yang terjadi Minggu (9/6), tidak ha­nya terendam banjir, la­han pertanian masyarakat juga rebah akibat angin kencang yang terjadi.

Bencana yang terjadi itu diprediksi bakal mengakibatkan lahan pertanian padi dan seledri milik ma­syarakat gagal panen, se­bab genangan air cukup tinggi. Kondisi itu terlihat dilahan pertanian masya­rakat di Kelurahan Tigo Koto Dibaruah (Nan Kodok) Kecamatan Payakumbuh Utara.

Lahan pertanian itu terendam banjir karena hujan lebat mengakibatkan se­jumlah aliran bandar di daerah itu meluap. Kondisi tersebut nyaris terjadi tiap kali terjadinya hujan lebat. Antisipasi terus terjadinya kerugian masyarakat akibat bencana itu, Pemerintah Kota Payakumbuh me­lalui Dinas Pertanian (DISTAN) terus dorong ma­syarakat untuk mengasuransikan lahan pertanian mereka.

Baca Juga  Terkait Pilkada 2024, DPC Gerindra Pessel Patuhi Arahan dan Keputusan DPP dan DPD

“Bencana banjir yang terjadi kemarin (Minggu) akibatkan lahan pertanian masyarakat di Kecamatan Payakumbuh Utara terendam, namun luas lahan yang terendam belum kita ketahui,” sebut Kepala Dinas Pertanian, Depi Sastra, Senin (10/6) kepada wartawan.

Depi Sastra juga menambahkan, bencana banjir yang terjadi itu merendam lahan pertanian padi dan sayuran. Pihaknya (Dinas Pertanian) bakal me­lakukan pendataan terkait lahan yang terdampak ben­cana banjir itu.

“ Banjir yang terjadi itu merendam lahan pertanian padi dan sayuran. Dinas Pertanian bakal me­lakukan pendataan terkait lahan yang terdampak ben­cana banjir itu,” ucapnya.

Depi Sastra juga mengatakan bahwa terkait kondisi bencana yang terjadi berulang kali itu, Dinas Pertanian terus mendorong kesadaran masyarakat/petani untuk mengasuransikan lahan pertanian me­reka. Sehingga terhindar dari kerugian.

Baca Juga  Baru Bebas dari Penjara, Residivis Maling Motor lagi, Beraksi di Pessel, Kabur ke Padang

“Terkait bencana yang terjadi ini, kita terus dorong kesadaran masyarakat/petani untuk mengasuransikan lahan pertanian me­reka (AUTP), Sehingga terhindar dari kerugian,” jelasnya.

Sebab dengan premi sebesar Rp. 36 ribu yang dibayarkan untuk 1 hektare lahan tani, nantinya petani bisa mendapatkan ganti rugi mencapai Rp. 6 juta per hektare.

“Untuk premi sebesar Rp. 36 ribu yang dibayar­kan untuk 1 hektare lahan tani, nantinya petani bisa mendapatkan ganti rugi mencapai Rp. 6 juta per hektare. Kita terus dorong kesadaran petani. Tahun ini kita targetkan luas lahan yang diasuransikan da­lam Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) mencapai 300 Hektare,” ungkapnya. (uus)