METRO SUMBAR

Warga Tanah Datar secara Mandiri Perbaikan Jembatan yang Nyaris Putus

0
×

Warga Tanah Datar secara Mandiri Perbaikan Jembatan yang Nyaris Putus

Sebarkan artikel ini
MANDIRI—Warga Sawah Liek, Jorong Kapuak Koto Panjang, Nagari Barulak, Kecamatan Tanjung Baru, Kabupaten Tanah Datar secara mandiri memperbaiki jembatan rusak.

TANAHDATAR, METRO–Warga Jorong Kapuak Koto Panjang, Nagari Barulak, Kecamatan Tanjung Baru, Kabupa­ten Tanah Datar secara man­diri memperbaiki jembatan yang nyaris putus akibat diterjang banjir bandang sejak Minggu, (8/4) lalu.

Kepala Jorong Kapuak Koto Panjang Jasrizal di Batusang­kar Rabu kemaren, mengatakan warga harus memperbaiki jembatan tersebut karena khawatir akan menimbulkan korban dan sulitnya akses transportasi. “Karena kondisi jembatan itu pasca dihantam banjir bandang sudah rusak parah dan membahayakan,” kata dia.

Dia menjelaskan, dana per­baikan jembatan berasal dari donasi warga setempat, seperti semen, pasir, kerikil, makanan, dan berupa uang tunai. Warga harus gotong royong memperbaiki jembatan karena belum ada juga upaya perbaikan dari peme­rintah daerah setempat.

Baca Juga  Menuju Generasi Bebas Stunting, Dispangtan Gelar Lomba Masak Serba Ikan

“Saat ini jembatan itu ha­nya bisa dilewati kendaraan roda dua, itupun sangatlah memperhatikan. Makanya masyarakat berinisiatif untuk gotong royong,” kata dia.

Warga berharap, perbaikan jembatan juga sejalan de­ngan normalisasi sungai, sebab kondisi sungai sudah mengalami pendangkalan pasca dua kali dihantam banjir bandang.

Warga merasa trauma bila hujan lebat dalam waktu cukup lama takut peristiwa yang sama terulang kembali.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Tanah Datar Ten Ferri mengatakan, jembatan rusak tersebut telah diusulkan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk dilakukan perbaikan. “Saat ini jembatan sawah liek itu sudah kami usulkan ke BNPB untuk segera dilakukan perbaikan,” kata dia.

Baca Juga  Polda Sumbar dan Polres Pasbar Tertibkan Aktivitas PETI

Diketahui, Nagari Barulak merupakan salah satu nagari terdampak bencana banjir bandang yang terjadi pada 23 Februari dan 8 May 2024.

Setidaknya sebanyak 27 unit rumah dan dua tempat ibadah, serta puluhan hektar lahan pertanian rusak. Sehingga pemerintah Kabupaten Tanah Datar menetapkan status tanggap darurat. (ant)