Setiap pemberian nama dari orang tua untuk buah hati pasti memiliki harapan terhadap sang anak di masa depan. Selain sebagai wujud doa, tidak jarang orang tua juga memberi nama yang irit kepada buah hatinya. Seperti pasangan Jhony Kusmon dan Bismi Warni, memilih nama “A” untuk anak ketiganya.
Jhony Kusmon bersama istri, serta anaknya A tinggal di Jalan Adinegoro Nomor 41 Simpang Tabing, RT 001 RW 004, Kelurahan Bungo Pasang, Kecamatan Kototangah. Sehari-hari Jhony sapaan akrabnya, bekerja sebagai wiraswasta, sedangkan istrinya, Bismi Warni adalah seorang ibu rumah tangga.
Pasangan ini punya empat anak. Jhony menyebut, punya pilihan sendiri ketika memberi nama anak-anaknya. Namun sayang, anak pertamanya sudah meninggal dunia. Anak keduanya yang laki-laki lahir 6 tahun yang lalu diberi nama Ikhwan Rahman Fajar Eka Putra. Menariknya, anak ketiganya diberi nama “A”. Sedangkan anak kelimanya diberi nama Najomi Habibi Erdogan.
“Gak ada alasan yang spesifik, ya pengen itu saja namanya, spontanitas saja beri nama A,” ujar pria 41 tahun itu dibalik gagang teleponnya, Jumat (22/2).
Dari pertama dilahirkan, A demikian anak laki-laki berusia 3 tahun ini biasa dipanggil anggota keluarga, pada akhirnya menimbulkan banyak kisah di kehidupan A.
Jhony mengaku, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Padang sempat menolak ketika dirinya mengurus Kartu Keluarga (KK).
“Pas ngurus KK di Disdukcapil, mereka menolak kok namanya satu huruf. Tapi saya gak nyerah, terus ngurusnya sampai ke Ditjen Dukcapil Kemendagri. Kata Ditjen boleh, karena paling sedikit nama itu satu huruf, akhirnya disetujui,” ucap ayah 4 orang anak itu.
A buah cinta pasangan Jhony dan Warni ini dilahirkan dengan operasi cesar di salah satu Rumah Sakit (RS) di Kota Padang.
“Jadi A ini lahir secara operasi, yaa lahirnya di rumah sakit dekat Lolong itu,” sebut suami Warni itu.
Meski anaknya diberi nama nyeleneh, namun dia pun mengaku tidak terganggu dengan pemberian nama nyeleneh itu. Bahkan dia mengatakan, banyak yang penasaran, kenapa namanya A.
“Gak ada masalah sejauh ini. Bahkan anak saya A ini sudah sekolah jadi anak bawang di TK. Itu tergantung dimana menyekolahkan saja, tergantung lingkungan, teman-teman A juga tidak mempermasalahkan,” tutur Jhony.
Nama “A” pun dimantapkan dengan harapan putranya itu bisa memiliki karakter pemberani, dan kuat menghadapi kehidupannya.
“Ya diharapkan mampu menjadi anak yang kuat, yang baik, dan sholeh,” harap Jhony.
Tak hanya A saja diberi nama unik, Jhony juga memberi nama unik kepada anak bungsunya ialah, Najomi Habibi Erdogan yang lahir pada September 2017 silam. Dia membeberkan, alasan diberi nama Najomi karena singkatan dari nama dirinya dan sang istri. Sementara Erdogan memang salah satu pemimpin yang sangat sukai istrinya dari cara kepemimpinannya.
“Najomi ini singkatan dari nama saya dan istri,” jelas Sales and Distribution Internet Card itu.
Keunikan nama “A” itu murni ide dari Jhony. Bismi, istrinya, hanya memberikan nama pada anak keempat, yakni Najomi. Namun, demikian Bismi mengaku tidak keberatan dengan nama unik untuk anak ketiganya itu.
“Najomi ini istri yang kasih, Sementara Habibi mantan Presiden Indonesia, dan Erdogan-nya nama Presiden Turki, istri kagum sama beliau, dan kebetulan juga nama anak kakak akhiran namanya diberi dengan nama Erdogan, biar sama juga,” tukas Jhony. (mil)





