METRO BISNIS

Warga Cangkiang Desak Pemerintah Normalisasi Sungai Batang Aia Katiak

0
×

Warga Cangkiang Desak Pemerintah Normalisasi Sungai Batang Aia Katiak

Sebarkan artikel ini
PENDANGKALAN--Sungai Batang Aia Katiak di Desa Cangkiang, Kabupaten Agam alami pendangkalan pasca banjir lahar dingin Gunung Marapi.

AGAM, METRO–Pascabanjir lahar dingin di Kabupaten Agam, warga terdampak di Desa Cang­kiang mendesak pemerintah segera norma­lisasi Sungai Batang Aia Katiak.

Warga di Kecamatan Ampek Angkek, Agam itu mengaku khawatir karena sungai ini mengalami pendangkalan pasca terjadi­nya banjir lahar dingin pada Sabtu (11/5) lalu.

“Banyak terjadi pendangkalan, bahkan ada pohon bambu yang roboh. Termasuk dengan beru­bahnya alur sungai, kondisi ini jelas sangat me­ng­khawatirkan,” kata seorang warga, Hatta Rizal, Selasa.

Rizal mengatakan alur sungai yang mengalami pendangkalan itu utamanya yang berlokasi dari Desa Cangkiang ke arah Bukik Batabuah yang menjadi titik bencana. Persis­nya pendangkalan ini dari Jembatan Cangkiang ke Batang Aia Tumbuak.

Ia mengaku sebelumnya ada satu alat berat dari Pemkab Agam yang telah masuk ke sungai dan me­normalisasi sungai.

“Namun alat berat itu hanya sebentar saja di sungai, kemudian rusak berhari-hari. Bahkan di awal-awal musibah, ka­mi terpaksa menyewa alat berat untuk pembersihan rumah warga,” kata Ri­zal.

Menurutnya, warga sa­ngat khawatir jika pendang­kalan ini bisa mendatangkan bencana mengingat topografi pemukiman di dekat sungai yang berada di tempat rendah.

“Sekarang potensi bahaya itu ada di kampung kami, sebab di daerah lain sungainya sudah dikeruk dan dalam, sementara kami yang berada di ba­wah, masih dangkal dan butuh normalisasi,” kata dia.

Desa Cangkiang menjadi salah satu daerah terdampak saat kejadian banjir lahar dingin. Sedikitnya 55 rumah digenangi air dan lumpur.

Sementara puluhan hek­tar lahan pertanian juga rusak ditimbun material. Di arah hilir dari perkampungan, terdapat sebuah embung besar yang saat ini tengah dikeruk alat berat dari BWS Sumbar.

“Jika terjadi hujan, apa­lagi malam hari, kami sa­ngat cemas air sungai kem­bali meluap, kami sangat berharap atensi dari pemerintah,” pungkasnya. (pry)