METRO SUMBAR

Pertimbangkan Pembangunan Jalan Alternatif Penyangga Jalur Lembah Anai

0
×

Pertimbangkan Pembangunan Jalan Alternatif Penyangga Jalur Lembah Anai

Sebarkan artikel ini
AUDIENSI— Gubernur Sumbar Mahyeldi menerima audiensi pengurus KAN Nagari Gunuang Kota Padang Panjang, KAN Nagari Guguak Kecamatan 2X11 Kayu Tanam dan KAN Nagari Anduriang Kabupaten Padangpariaman, di ruang rapat kantor Gubernur, Jumat (31/5).

PADANG, METRO–Gubernur Sumbar Mah­yeldi Ansharullah pertimbangkan usulan masya­rakat yang meminta pihaknya membangun jalan alternatif untuk perhubung Kecamatan 2×11 Enam Ling­kung Kabupaten Pa­dang Pariaman dengan Kota Padang Panjang untuk penyangga jalur Lembah Anai.

Mahyeldi mengatakan, potensi kearah itu cukup besar. Sebab, hingga se­karang belum ada jalan alternatif penghubung ke­dua daerah selain jalan nasio­nal via Lembah Anai yang rawan bencana.

“Usulan ini patut kita pertimbangkan, untuk antisipasi jika sewaktu-waktu jalan Lembah Anai tidak bisa dilalui,” ucap Mahyeldi usai menerima audiensi KAN Nagari Gunuang Kota Padang Panjang, KAN Nagari Guguak Kec. 2X11 Ka­yu Tanam dan KAN Nagari Anduriang Kab. Padang Pariaman di Rapat Ruang Kantor Gubernur, Jumat (31/5).

Mengingat di sekitar daerah tersebut merupakan kawasan hutan lindung dan hutan margasatwa. Maka untuk langkah awal, Gubernur Mahyeldi menyarankan kepada Kepala Dinas PU Kota Padang Panjang untuk menentukan titik koordinat jalan yang direncanakan, dengan tujuan agar urusan perizinannya bisa segera diurus ke kementerian terkait.

Baca Juga  Mati Suri Sejak 2019, Bioskop Mini Kito Lahir Kembali

“Termasuk pem­bia­ya­an­nya, jika kita belum mam­pu, itu akan kita usulkan ke Pemerintah Pusat,” terang Mahyeldi.

Sementara itu, salah seorang Pengurus KAN Nagari Gunung Kota Pa­dang Panjang, Nurmai Na­zar Dt. Tan Rajo Lelo me­ngatakan usulan yang diba­wanya ini sebelumnya telah dimusyawarahkan di masing-masing nagari terkait dan semua sudah se­pakat.

“InsyaAllah semua su­dah sepakat dan siap mendukung pemerintah dalam proses pembangunan nan­tinya,” ungkap Nurmai Na­zar Dt. Tan Rajo Lelo

Ia juga mengatakan, jalan yang diusulkannya itu, pada zaman penjajahan juga sudah dimanfaatkan sebagai jalur transportasi utama masyarakat Kayu Tanam menuju Kota Padang Panjang dan sebaliknya untuk mengangkut barang dagangan menggunakan kuda beban.

Baca Juga  Pelaku Ekraf Sumbar Tinjau Objek Wisata dan Produk UMKM Terkenal di Bali

“Jadi ini bukan jalur baru, tapi jalur lama yang kita coba hidupkan kembali dengan panjang lebih kurang 7 kilometer,” ung­kapnya.

Atas dasar itu, pihaknya berharap usulan tersebut dapat diterima pemerintah sebagai salah satu solusi untuk penyangga jalan nasional di kawasan Lembah Anai yang rawan bencana.

Tampak hadir dalam pertemuan tersebut se­jumlah Kepala OPD di ling­kup Pemprov Sumbar an­tara lain, Kepala Dinas Kehutanan, Yozawardi; Kepala Dinas BMCKTR, Era Sukma Munaf; dan Kepala Bappeda, Medi Iswandi. Selain itu juga hadir Kepala Dinas PU Kota Padang Panjang. (fan)