LIMAPULUH KOTA, METRO–Tabrakan beruntun yang melibatkan tiga kendaraan terjadi di Jalan Payakumbuh-Lintau tepatnya di Jorong Bulakan Siluang, Nagari Tanjung Gadang, Kecamatan Halaban, Kabupaten Limapuluh Kota, Rabu (29/5) sekitar pukul 14.15 WIB.
Akibatnya, pelajar SMP dan SD yang mengenderai dan boncengan sepeda motor Yamaha RX King, Hariyadi Fahrurozi (16), warga Jorong Parak Lubang, Nagari Tanjung Gadang, dan Daffa (12), warga Jorong Alang Lawas, Nagari Halaban, mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke rumah sakit.
Sementara mobil pikap L300 yang dikemudikan, Nasrul Panggilan Nasruk Inai (48) warga Jorong Aur duri, Nagari Batu Bulat Kecamatan Lintau Buo Utara, remuk pada bagian depan mobil. Untuk kendaraan Truk Hino yang dikendarai Padli (35), warga Jorong Taratak Kubang Guguak, Kabupaten Limapuluh Kota, terlihat tidak banyak mengalami kerusakan.
Dari informasi yang didapat dari warga Nagari Tanjung Gadang, menyebutkan tiga kendaraan yang terlibat tabrakan beruntun sama-sama satu arah dari Payakumbuh menuju arah ke-Lintau. Namun, belum bisa memastikan kendaraan mana yang terlibat tabrakan pertama kali termasuk penyebab kecelakaan terjadi di jalan yang dipenuhi lubang-lubang dalam itu.
“Memang terjadi kecelakaan yang melibatkan truk, mobil L300 dan sepeda motor. Dalam insiden ini, pengendera motor dan boncengannya mengalami luka-luka. Ketiga kenderaan itu sama sama dari arah Payakumbuh menuju arah Lintau, penyebabnya kami tidak tahu pasti,” ungkapnya kepada wartawan.
Polsek Luhak bersama Satuan Lalulintas Polres Payakumbuh mendapat informasi terjadinya laka lantas di Jalan Payakumbuh-Lintau lansung datang kelokasi kejadian. Termasuk melakukan penyelidikan penyebab terjadinya laka lantas beruntun di siang naas itu.
“Benar telah terjadi kecelakaan yang melibatkan tiga kendaraan, Truk Hino, mobil pikap L300 dan sepeda motor RX King. Pengendera roda dua mengalami luka di bagian kepala dan sudah dibawa ke rumah sakit. Selain itu, anggota juga sudah di lokasi untuk olah TKP,” ungkap Kapolsek Luhak, AKP Rika Susanto, ketika dihubungi awak media.
Seperti diketahui kecelakaan lalulintas di Jalan Payakumbuh-Lintau sudah sering terjadi, bahkan sudah merenggut korban jiwa, ada yang truk bermuatan kayu mengalami rebah kuda, perawat yang hendak menuju tempat kerja di puskesmas Halaban juga jatuh akibat buruknya kondisi jalan Payakumbuh-Lintau yang hingga kini belum ada tanda-tanda akan diperbaiki Pemerintah Provinsi Sumbar.
Parahnya, saat musim penghujan Jalan Raya Payakumbuh-Lintau yang dipenuhi lubang besar dan dalam-dalam itu tergenang air bak kubangan kerbau. Sementara ketika musim panas, kabut atau debu jalanan berterbangan ketika dilewati kendaraan.
“Pemerintah harus cepat memperbaiki jalan ini agar tidak terus makan korban. Jangan tunggu sampai banyak pengguna jalan baik roda dua maupun empat yang mengalami kecelakaan dan menjadi korban di jalan ini akibat kondisinya buruk sekali,” ungkap Rama salah seorang pengguna jalan berharap kepada Pemerintah Provinsi Sumbar. (uus)






