OLAHRAGA

Terima Kasih Klopp!, Salam Perpisahan Jurgen Klopp Usai Pertandingan Terakhir Musim 2023/24 Liga Premier

1
×

Terima Kasih Klopp!, Salam Perpisahan Jurgen Klopp Usai Pertandingan Terakhir Musim 2023/24 Liga Premier

Sebarkan artikel ini
SIMBOL PERPISAHAN— Banner bertuliskan ‘Terima kasih, Jurgen’ menjadi simbol perpisahan sekaligus rasa terima kasih Liverpool atas jasa Jurgen Klopp selama menangani Liverpool sejak 2015.

INGGRIS, METRO–Perjalanan sembilan tahun yang tak terlupakan bagi fans Liverpool, musim 2023/24 menjadi musim terakhir Jurgen Klopp mena­ngani The Reds.

Kemenangan 2-0 atas Wolves pada Minggu (19/5) menutup era Klopp di Anfield dengan menempatkan skuad tersebut di peringkat ketiga Liga Premier dengan perolehan total poin sebanyak 82 poin yang membuat mereka berhasil lolos ke kualifikasi Liga Champions musim depan.

Tujuh penghargaan besar dan ratusan kenangan menjadi momen-momen skuad Klopp dengan fans. Masa jabatan Klopp menjadi masa jabatan terlama di klub sejak Bob Paisley yang legendaris.

Berbicara kepada pe­nonton pasca pertandingan, Klopp mengungkapkan emo­sinya, “Saya benar-benar terkejut, saya pikir saya sudah hancur, sejujurnya, tapi ternyata tidak. Saya sangat senang, saya tidak percaya.” Diku­tip dari Liberpoolfc.com.

“Saya sangat senang dengan kalian semua, tentang atmosfernya, tentang permainannya, tentang menjadi bagian dari keluarga ini, tentang kami, bagaimana kami merayakan hari ini. Sungguh luar biasa. Terima kasih ba­nyak.”

Ia menambahkan, “Ini tidak terasa seperti akhir, ini hanya terasa seperti permulaan karena saya melihat hari ini sebuah tim sepak bola bermain penuh bakat, penuh pemuda, penuh kreativitas, penuh hasrat, penuh keserakahan. Itu salah satu bagian dari pembangunan, dan itulah yang Anda perlukan tentunya.”

“Tapi yang jelas sejak beberapa minggu ini saya mendapat terlalu banyak perhatian, rasanya sangat tidak nyaman. Namun saat ini aku menyadari banyak hal. Orang-orang mengatakan kepada saya bahwa saya telah me­ngubah mereka dari orang yang ragu menjadi orang yang yakin dan percaya. Itu tidak benar. Percaya a­dalah tindakan aktif, Anda harus melakukannya sendiri. Aku hanya bilang kita harus melakukannya. Anda berhasil. Itu perbedaan yang besar.”

“Dan sekarang tidak ada yang menyuruh Anda berhenti percaya. Karena klub ini berada dalam momen yang lebih baik dari sebe­lumnya? Mungkin se­lama­nya, saya harus ber­tanya pada Kenny [Dalg­lish]! Sejak lama, izinkan saya me­ngatakannya se­perti itu.”

“Kami memiliki stadion yang luar biasa ini, kami memiliki pusat pelatihan yang luar biasa ini. Kami memiliki Anda, negara adidaya sepakbola dunia.”

“Kami memutuskan apakah kami khawatir atau gembira. Kitalah yang memutuskan apakah kita percaya atau tidak. Kami memutuskan apakah kami percaya atau tidak. Dan sejak hari ini aku adalah salah satu dari kalian dan aku tetap percaya padamu. Saya tetap percaya, 100 persen.”

Klopp mengakhiri pidatonya dengan menyampaikan, “Saya salah satu dari Anda sekarang. Aku sangat mencintaimu. Di jumperku tertulis ‘Terima kasih Luv’ dan ‘Aku tidak akan pernah berjalan sen­dirian lagi’. Terima kasih untuk itu! Anda adalah orang-orang terbaik di du­nia. Terima kasih!” (jpg)