METRO PESISIR

Pemkab Butuh 40 hingga 50 Sirine Tsunami

0
×

Pemkab Butuh 40 hingga 50 Sirine Tsunami

Sebarkan artikel ini

PDG.PARIAMAN, METRO – Sebagai daerah yang tergolong rawan terhadap musibah gempa bumi, tak ayal membuat Kabupaten Padangpariaman perlu penambahan sirine peringatan tsunami. Setidaknya Padangpariaman membutuhkan sekitar 40 sampai dengan 50 an sirine peringatan tsunami.
Seperti diakui Kalaksa BPBD Padangpariaman, Budi Mulya, kemarin, bahwa sejauh ini Kabupaten Padangpariaman baru memiliki sekitar 16 buah sirine sunami, yang tersebar di sepanjang pantai yang ada di Padangpariaman.
”Kalau bicara idealnya, kita di Kabupaten Padangpariaman ini setidaknya butuh sekitar 40 s-d 50 sirine tsunami. Itu artinya sirine tsunami yang telah ada saat ini masih perlu ditambah jumlahnya,” terang mantan PLt Kadis PU Padangpariaman ini.
Seperti diketahui lanjut Budi Mulya, pihak Pusat melalui BNPB Pusat telah membantu sekitar 8 buah sirine sunami untuk Kabupaten Padangpariaman sebagai stimulan atau sebagai perangsang bagi daerah untuk bisa melengkapi kebutuhan sirine seperti yang diharapkan.
”Seperti diketahui, Pemerintah Daerah diharuskan agar bisa menganggarkan dana untuk pengadaan dan penambahan sirine sunami dimaksud, sehingga dengan begitu, jumlah sirine sunami yang dimiliki bisa memenuhi kebutuhan yang seharusnya,” terangnya menambahkan.
Lebih jauh Budi Mulya menambahkan, tingginya kebutuhan untuk penambahan sirine sunami tersebut sekaligus dimaksudkan sebagai langkah antisipasi guna menyikapi kerawanan gempa besar yang diprediksi bisa saja terjadi di kawasan mega trust di Kepulauan Mentawai. Pasalnya jika hal itu sampai terjadi, tentu dampaknya juga akan berimbas hingga ke sekitar perairan pantai yang ada di Kabupaten Padangpariaman.
“Karena seperti diketahui, hal itu memang sudah merupakan prediksi dari para ahli. Makanya kita tidak bisa mengabaikannya begitu saja. Memang kita tidak tahu kapan kepastian waktunya, namun tetap saja kita harus melakukan berbagai langkah-langkah yang diperlukan dalam rangka program mitigasi bencana,” terangnya.
Juga tidak kalah pentingnya, anggaran kebencanaan BPBD yang ada saat ini juga perlu lebih ditingkatkan lagi, terutama untuk menunjang program simulasi, sosialisasi maupun berbagai program pembekalan lainnya.
”Soalnya anggaran untuk kegiatan operasional BPBD saat ini masih sangat minim, yaitu baru berkisar 30 persen dari kebutuhan yang seharusnya. Alhasil tentu kita tidak bisa berbuat terlalu banyak,” terangnya.
Budi Mulya menambahkan, berdasar estimasi yang ada, anggaran yang diperlukan idealnya berkisar Rp10 miliar, sementara yang dianggarkan melalui APBD tahun ini baru berkisar 30 persennya,” terangnya. (efa)

Baca Juga  Abu Vulkanik Marapi Berbahaya untuk Kesehatan Masyarakat, Petugas Dinkes Diminta Pantau Kenaikan Kasus ISPA