METRO SUMBAR

Hadapi Dampak Elnino Tahun 2024, Dinas Pertanian Kabupaten Pessel Iventarisir Sawah

0
×

Hadapi Dampak Elnino Tahun 2024, Dinas Pertanian Kabupaten Pessel Iventarisir Sawah

Sebarkan artikel ini

PESSEL METRO–Dinas Pertanian, Kabupaten Pesisir Selatan berjibaku mempersiapkan data dalam menginventarisir dampak elnino di tahun 2024 ini.

Dinas Pertanian sebagai ujung tombak dari ketahanan pangan di Kabupaten Pessel, banyak hal perlu dilakukan.

Kepala Dinas Pertanian, Kabupaten Pessel Madrianto pada Posmetro, Kamis (16/5/2024) mengatakan, menghadapi dampak elnino tahun 2024, dinas pertanian saat melakukan inventarisir seluruh data sawah, khusunya sawah tadah hujan. Yang, mana selama ini mencuat dan menjadi pertanyaan banyak orang, serta media.

Untuk itu, dinas nya telah melakukan pendataan terhadap sawah tadah hujan yang ada di kabupatenPesisir Selatan. yaitu seluas 6.073,09 Ha. Yang, sebagian besar tidak beririsan dengan batang air atau sungai.

Sedangkan luas luasan sawah tadah hujan yang berisisan dengan batang air atau sungai adalah, Madrianto 1.397 Ha. Sedangkan, selebihnya adalah sawahtadah hujan yang tidak beririsan dengan batang air atau sungai. yaitu seluas 4.676,09 Ha.

” Nah inilah yang menjadi focus pemerintah daerah dalam menghadai dampak elnino dimasa mendatang yang diperkirakan terjadi sekitar bulan Juli sampai dengan akhir tahun 2024,” tegas Kepala Dinas Pertanian Madrianto, S.Hut., M.H.

Sejauh ini pihaknya telah mengintruksikan pada Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian agar mempersiapkan usulan dari data yang telah dihimpun sebelumnya ke pemerintah pusat, melalui Kementerian Pertanian RI, sebagaimana beberapa waktu yang lalu Pemerintah Pusat melalaui Kementerian Pertanian RI.Cq. DirektoratJenderalPrasarana Dan Sarana Pertanian menggelontorkan anggaran untuk program Ketersediaan Aksesdan Konsumsi Pangan Berkualitas, dengan kegiatan pengelolaan air irigasi untuk pertanian.

” Kita dari dinas pertanian, bersama bapak Bupati Pessel Drs.Rusmayul Anwar, langsung menindak lanjuti usulan tersebut ke Kementerian Pertanian. Dana hasil usulan tersebut mendapat reson cepat oleh Dirjen PSP Kementerian Pertanian, dengan catatan usulan ini agar dientrikan link data usulan yang telah di buat oleh Kementerian Pertanian secara marathon,” ujar Kadis Pertanian Pessel.

Lebih lanjut, melalui Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian melakukan pengentrian data usulan tersebut pada bulan April 2024, ” Alhamdulillah Kementerian Pertanian RI menyetujui usulan tersebut dengan mengeluarkan petunjuk operasioal kegiatan tahun 2024 tentang tugas pembantuan dengan total anggaran sebesar Rp. 564.000.000,”.

Dalam bentuk pekerjaan ,Irigasi perpompaan untuk sawa tadah hujan. Terdiri dari 5 paket pekerjaan yang dialokasikan untuk Kecamatan Koto XI Tarusan,Kecamatan Bayang dan Kecamatan Pancung Soal.

Tanggal 15 Mei 2024, Dinas Pertanian, Pessel mengadakan pertemuan dengan kelompok tani penerima manfaat. Ditegaskan, kepada poktan tersebut untuk dapat memaksimalkan penggunaan anggaran yang akan dikucurkan ke rekening kelompoktani, untuk pembangunan irigasi
perpompaan dilokasi masing-masing.

Dalam pelaksanaan pekerjaan nantinya agar bisa memamtuhi 3T yaitu tepat aturan, tepat mutu dan tepat waktu, ” sampai Kadis Pertanian Pessel.

Disamping juga disampaikan pada tahun 2024 ini banyak program lain yang dikucurkan oleh Kementerian Pertanian, berupa pengadaan alsintan pompa air 3 inci.

Dan, khusus untuk sawah tadah hujan, pada tahap pertama telah di serahkan oleh Kementerian Pertanian sebanyak 10 unit pompa, untuk poktan yang berada di Kecamatan Lingo Sari Baganti dan Kecamatan Ranah Pesisir. Juga merupakan rentetan dari hasil kunjungan Bupati Pesisir Selatan Rusma Yul Anwar dengan bersama Dinas Pertanian, Kabupaten Pessel ke Jakarta sebelumnya.

” Namun peluang lain yang telah disampaikan oleh Dirjen PSP sebelumnya juga diusulkan oleh Dinas Pertanian, untuk kegiatan Jaringan Irigasi Air tanah Dangkal (JIAD) Khusus, untuk sawah tadah hujan yang tidak beririsan dengan sungai, dengan total luas 4,676,09 Ha, ” pungkasnya. ( Rio)