AGAM/BUKITTINGGI

Baznas Bukittinggi Salurkan Bantuan Bencana ke Agam dan Tanah Datar

0
×

Baznas Bukittinggi Salurkan Bantuan Bencana ke Agam dan Tanah Datar

Sebarkan artikel ini

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bukittinggi menyalurkan bantuan logistik kebencanaan ke Kabupaten A­gam dan Kabupaten Ta­nah Datar yang menjadi daerah terdampak dari musibah banjir bandang dan lahar dingin di Suma­tera Barat.

“Bantuan diberikan be­rupa logistik makanan dan kebutuhan pokok bagi pe­ngungsi di Agam dan Ta­nah Datar. Total senilai Rp 25 juta dari kumpulan za­kat yang diterima Baznas,” kata Ketua Baznas Bukittinggi, Edi Syamian, Selasa.

Bantuan pertama di­serahkan di Posko Bukik Batabuah, Agam senilai Rp 10 juta. Selanjutnya di Tanah Datar melalui Baznas daerah setempat de­ngan nili Rp 15 juta.

“Kami melihat langsung kondisi warga pe­ngungsi di Agam dan Ta­nah Datar. Ribuan orang mengungsi, semoga ban­tuan yang diberikan bisa sedikit meringankan beban,” kata Edi Syamian.

Baca Juga  Gunakan Dana CSR PT SMF, 12 Rumah Tidak Layak Huni Direnovasi

Bantuan berupa beras, minyak goreng, ikan sar­den, gula, kopi, mi instan. Beberapa diserahkan di tenda pengungsian dan lainnya melalui koordinasi Baznas masing-masing daerah.

Ketua Baznas Tanah Datar, Yasmansyah me­nyampaikan terima kasih atas perhatian dari Baznas Bukittinggi. Ia mengung­kap banyaknya kerugian di Kabupaten Tanah Datar.

“Terimakasih atas bantuan dari Baznas Bukittinggi. Hingga Selasa (14/5) siang kami menghimpun data 2.401 jiwa diungsikan. 21 orang meninggal dunia dan 16 sementara dinyatakan hilang,” kata Yasmansyah.

Baca Juga  Bunda PAUD Minta Pembelajaran yang Kreatif dan Inovatif, Butuh Kolaborasi Guru dan Orang Tua di Kabupaten Agam

Ia mengatakan Baznas berupaya membantu ma­syarakat dengan tetap melakukan komunikasi dengan Baznas RI di Ja­karta.

“Secara daerah tetap koordinasi dengan Pem­kab, Baznas sebagai lembaga non struktural sudah membuat galangan donasi ke berbagai pihak. 14 hari tanggap darurat diupayakan untuk bantuan makanan dan pakaian,” kata dia.

Ia mengatakan di Ta­nah Datar belum didirikan tenda pengungsian terpusat karena banyaknya lahan yang hancur dan di­penuhi lumpur setelah banjir.

“Saat ini belum ada tenda pengungsian terpusat, masih diarahkan ke sekolah dan posko darurat sementara. Kebutuhan mendesak lainnya saat ini dibutuhkan pera­latan bagi bayi dan lansia,” pungkasnya. (pry)