BERITA UTAMA

DVI Polda Sumbar Identifikasi Korban Meninggal Banjir Bandang

0
×

DVI Polda Sumbar Identifikasi Korban Meninggal Banjir Bandang

Sebarkan artikel ini
IDENTIFIKASI— DVI Ante Mortem Biddokkes Polda Sumbar membuat posko untuk identifikasi korban meninggal dunia sekaligus memberikan layanan medis dan pembulihan trauma.

PADANG, METRO–Tim Disaster Victim Identification (DVI) Ante Mortem Dokkes Polda Sum­bar telah terjun ke lokasi bencana banjir bandang yang melanda beberapa daerah di Sumbar. Tim ini bertugas untuk mengidentifikasi korban meninggal dunia akibat bencana tersebut, serta memberikan bantuan medis dan psikologis kepada para korban yang selamat.

Sejak bencana banjir bandang melanda wilayah ini, Tim DVI Ante Mortem Dokkes Polda Sumbar bekerja keras di lapangan. Dalam operasi yang dimulai sejak hari pertama pasca bencana, tim yang terdiri dari dokter forensik, dokter gigi, ahli DNA, dan psikolog ini melakukan berbagai kegiatan penting untuk memastikan identitas para korban dapat dikenali dengan cepat dan akurat.

“Proses identifikasi ini sangat penting, tidak hanya untuk memberikan kepastian kepada keluarga korban, tetapi juga untuk kepentingan administrasi dan hukum. Tim ini menggunakan berbagai metode, termasuk pemeriksaan sidik jari, pencocokan data gigi, dan analisis DNA,” ujar Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Dwi Sulistyawan.

Selain tugas identifikasi, tim medis juga memberikan pelayanan kesehatan darurat kepada para korban selamat. Banyak dari korban mengalami luka-luka dan membutuhkan penanganan medis segera. Sementara itu, tim psikolog memberikan duku­ngan mental kepada korban yang mengalami trauma akibat kejadian tersebut.

“Para korban tidak hanya membutuhkan perawatan fisik, tetapi juga dukungan psikologis untuk membantu mereka pulih dari trauma yang mereka alami,” tambah Kombs Pol Dwi.

Kombes Pol Dwi menekankan pentingnya kerjasama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, relawan, dan organisasi kemanusiaan, untuk memastikan penanganan bencana berjalan dengan efektif.

Kegiatan tim DVI Anti Mortem Dokkes Polda Sumbar ini merupakan bagian dari upaya keseluruhan untuk menangani dampak banjir bandang yang melanda Sumbar. Hingga saat ini, tim terus bekerja tanpa kenal lelah, memastikan setiap korban dapat teridentifikasi dan mendapatkan penanganan yang layak. Dengan dedikasi tinggi dan profesionalisme, mereka berupaya mengurangi dampak bencana dan memberikan ketenangan bagi keluarga yang kehilangan anggota mereka.

“Keberadaan tim DVI Anti Mortem Dokkes Polda Sumbar di lokasi bencana juga menunjukkan pentingnya kesiapan dan kecepatan respon dalam menghadapi situasi darurat. Semoga upaya mereka dapat meringankan beban para korban dan membantu pemulihan daerah yang terdampak banjir bandang ini.” pungkasnya.

Polda Sumbar Intensifkan Penanganan dan Evakuasi Korban

Selain itu, kata Kabid humas Polda Sumbar Kombes Pol Dwi Sulistyawan, sejak bencana terjadi, Polda Sumbar langsung me­ngerahkan personel dan peralatan ke lokasi-lokasi terdampak banjir bandang. Tim SAR Polda Sumbar bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, dan relawan untuk melakukan evakuasi warga dari daerah yang paling parah terkena dampak.

“Polda bersama Polres jajaaran berusaha secepat mungkin mengevakuasi warga dari lokasi yang berbahaya. Keselamatan dan keamanan warga adalah prioritas utama kami da­lam situasi darurat ini,” ungkap Kombes Pol Dwi.

Dijelaskan Kombes Pol Dwi, Polda Sumbar mendirikan beberapa posko bantuan dan tempat pengungsian sementara untuk menampung warga yang kehilangan tempat tinggal. Posko-posko ini dilengkapi dengan fasilitas dasar seperti tempat tidur, makanan, air bersih, dan layanan kesehatan.

“Kami memastikan bahwa warga yang mengungsi mendapatkan bantuan yang mereka butuhkan. Posko bantuan kami buka selama 24 jam untuk melayani kebutuhan para korban bencana,” tambah Kombes Pol Dwi Sulistyawan.

Selain evakuasi, kata Kombes Pol Dwi, Polda Sumbar juga aktif dalam distribusi bantuan logistik yang mencakup makanan siap saji, air minum, obat-obatan, dan perlengkapan kebersihan. Tim medis Polda Sumbar memberikan layanan kesehatan untuk menangani warga yang sakit atau terluka akibat banjir.

“Kami mengutamakan distribusi bantuan ke daerah-daerah yang sulit dijangkau dan memastikan tidak ada warga yang terlewatkan. Layanan kesehatan juga kami sediakan untuk mencegah penyakit yang mungkin timbul akibat kondisi darurat ini,” ujar Kabid humas.

Polda Sumbar bekerja sama dengan berbagai instansi dan organisasi untuk mengoptimalkan penanganan bencana ini. Dukungan dari pemerintah daerah, TNI, relawan, dan organisasi kemanusiaan sangat membantu dalam mempercepat proses evakuasi dan distribusi bantuan.

Dengan berbagai upaya yang dilakukan, Polda Sumbar menunjukkan komitmen dan kepeduliannya dalam menangani bencana banjir bandang ini.

“Kerja keras dan sinergi dengan berbagai pihak diharapkan dapat mempercepat pemulihan dan membawa kembali kehidupan normal bagi warga yang terdampak,” tutup Kabid humas. (rgr)