PADANG, METRO–Jumlah korban meninggal dunia akibat bencana banjir bandang lahar dingin Gunung Marapi dan longsor yang menerjang beberapa kabupaten kota di Sumatra Barat (Sumbar) terus bertambah. Selasa (15/4), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar melaporkan korban meninggal dunia 57 orang.
Juru Bicara BPBD Provinsi Sumatera Barat, Ilham Wahab mengatakan, 57 korban meninggal itu, rinciannya, 21 korban di Kabupaten Agam, 29 korban di Kabupaten Tanahdatar, dua korban di Kota Padangpanjang, tiga korban di Kabupaten Padangpariaman, serta dua korban longsor di Kota Padang.
“Selain korban meninggal dunia yang sudah ditemukan, kami juga melaporkan masih ada 22 orang hilang dan masih dalam proses pencarian. Korban yang hilang itu 19 orang di Kabupaten Tanahdatar dan tiga orang di Kabupaten Agam,” kata Ilham Wahab saat dikonfirmasi wartawan.
Sementara, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan BNPB terus mendorong pencarian dan pertolongan korban jiwa terdampak banjir lahar bandang dingin dan longsor yang menerjang enam kabupaten dan kota di Sumbar.
“Datanya akan berkembang terus. Untuk membantu mencari korban yang masih hilang, alat berat harus masuk secepat mungkin, karena Basarnas punya golden time di 6×24 jam. Kita akan tetap upayakan mencari sampai ketemu. Apabila ada pihak keluarga atau ahli waris yang minta tetap dicarikan, ya kita harus cari,” ujar Letjen TNI Suharyanto.
Letjen TNI Suharyanto juga menyampaikan langkah penanganan darurat pada bencana tersebut, di antaranya pemulihan akses jalan darat dari daerah terdampak dengan alat berat, pembersihan material longsor, evakuasi korban, dan koordinasi dengan OPD terkait.
“Kita sepakat dan meyakinkan bahwa kebutuhan dasar masyarakat terdampak ini betul-betul harus dipenuhi dengan baik ketika dia korban, luka-luka, maupun yang sekarang mengungsi,” ujar Letjen TNI Suharyanto.
Letjen TNI Suharyanto meminta masyarakat untuk tetap tenang karena pihaknya akan memastikan mengupayakan pemenuhan kebutuhan dasar para ma syarakat terdampak juga dapat dipenuhi dengan baik.
“Kita pastikan dan tadi kita sudah berikan bantuan awal baik yang bersifat dana maupun barang kebutuhan sehari hari dan ini akan dievaluasi terus menerus sesuai perkembangan,” pungkas Letjen TNI Suharyanto. (fan)






