BERITA UTAMA

Korban Banjir dan Longsor Sumbar Bertambah, 57 Mayat Ditemukan dan 22 Dilaporkan Hilang

0
×

Korban Banjir dan Longsor Sumbar Bertambah, 57 Mayat Ditemukan dan 22 Dilaporkan Hilang

Sebarkan artikel ini

PADANG, METRO–Jumlah korban me­ning­gal dunia akibat bencana banjir bandang lahar dingin Gunung Marapi dan long­sor yang menerjang bebe­rapa kabupaten kota di Sumatra Barat (Sumbar) terus bertam­bah. Selasa (15/4), Badan Penanggu­langan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar melapor­kan korban meninggal du­nia 57 orang.

Juru Bicara BPBD Pro­vinsi Sumatera Barat, Il­ham Wahab mengatakan, 57 korban meninggal itu, rinciannya, 21 korban di Kabupaten Agam, 29 kor­ban di Kabupaten Tanah­datar, dua korban di Kota Padangpanjang, tiga kor­ban di Kabupaten Padang­pariaman, serta dua kor­ban longsor di Kota Pa­dang.

“Selain korban me­ning­gal dunia yang sudah dite­mukan, kami juga melapor­kan masih ada 22 orang hilang dan masih dalam proses pencarian. Korban yang hilang itu 19 orang di Kabupaten Tanahdatar dan tiga orang di Kabu­paten Agam,” kata Ilham Wahab saat dikonfirmasi wartawan.

Sementara, Kepala BN­PB Letjen TNI Suharyanto mengatakan BNPB terus mendorong pencarian dan pertolongan korban jiwa terdampak banjir lahar ban­dang dingin dan long­sor yang menerjang enam ka­bu­paten dan kota di Sumbar.

“Datanya akan ber­kem­­bang terus. Untuk mem­bantu mencari korban yang masih hilang, alat berat harus masuk secepat mung­kin, karena Basarnas punya golden time di 6×24 jam. Kita akan tetap upa­yakan mencari sampai ke­te­mu. Apabila ada pihak keluarga atau ahli waris yang minta tetap dicarikan, ya kita harus cari,” ujar Letjen TNI Suharyanto.

Letjen TNI Suharyanto juga menyampaikan lang­kah penanganan darurat pada bencana tersebut, di antaranya pemulihan akses jalan darat dari daerah terdampak dengan alat berat, pembersihan material longsor, evakuasi kor­ban, dan koordinasi dengan OPD terkait.

“Kita sepakat dan me­ya­kinkan bahwa kebutuhan dasar masyarakat terdam­pak ini betul-betul harus dipenuhi dengan baik keti­ka dia korban, luka-luka, maupun yang sekarang mengungsi,” ujar Letjen TNI Suharyanto.

Letjen TNI Suharyanto meminta masyarakat un­tuk tetap tenang karena pihak­nya akan memas­tikan me­ngupayakan pe­menuhan kebutuhan dasar para ma­ syarakat terdam­pak juga dapat dipenuhi dengan baik.

“Kita pastikan dan tadi kita sudah berikan bantuan awal baik yang bersifat dana maupun barang kebu­tuhan sehari hari dan ini akan dievaluasi terus me­ne­rus sesuai perkem­ba­ngan,” pungkas Letjen TNI Suharyanto. (fan)