PDG.PARIAMAN, METRO–Misteri tewasnya pria asal Nias, Provinsi Sumatra Utara, yang ditemukan dengan kondisi tubuh yang sudah membusuk dalam sumur di Korong Kasiak Putiah, Nagari Singguliang, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang pariaman, pada Senin (6/5) lalu, akhirnya terungkap.
Korban bernama Andreas (46) yang yang bekerja sebagai buruh harian pembuat batu bata, ternyata tewas akibat dibunuh. Hal itu diketahui setelah Satreskrim Polres Padangpariaman menerima laporan hasil autopsi jenazah korban yang dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara Padang.
Bahkan dari hasil penyelidikan, Polisi sudah mengantongi identitas pelakunya berjumlah tiga orang yang merupakan teman dekat korban. Meski begitu, tiga pelaku pembunuhan itu belum berhasil ditangkap dan masih dalam pengejaran oleh pihak Kepolisian.
Kapolres Padang Pariaman AKBP Ahmad Faisol mengatakan, korban Andreas yang mayatnya dibuang dalam sumur, merupakan korban pembunuham. Pihaknya mengetahui penyebab tewasnya korban setelah hasil autopsi keluar. Menurut hasil autopsi itu, di kepala korban terdapat luka akibat benda tumpul.
“Iya, korban pembunuhan. Ini diketahui dari hasil autopsi. Korban diduga tewas usai dipukul dengan benda tumpul pada bagian kepalanya. Saat ini, Tim Satreskrim tengah memburu pelaku yang telah menghabisi nyawa korban,” jelas AKBP Faisol, Jumat (10/5).
Ditambahkan AKBP Faisol menjelaskan, dari hasil penyelidikan, jumlah terduga pelaku diduga tiga orang yang diketahui setelah pihaknya mendapatkan keterangan dari pihak saksi. Diduga, ketiga pelaku itu merupakan teman dekat korban.
“Kami akan segera menangkap para pelaku untuk mengetahui motif dari peristiwa tersebut. Kami yakin para pelaku akan berhasil kami tangkap dalam waktu dekat, karena identitasnya sudah kami ketahui,” tegas AKBP Faisol.
Selain itu, kata AKBP Faisol, dalam penanganan perkara dugaan pembunuhan berencana itu, penyidik telah memeriksa beberapa orang saksi serta telah mengumpulkan beberapa barang bukti yang ditemukan pada saat kejadian.
“Ada sekitar empat orang saksi yang telah kita periksa. Penyelidikan saat ini masih berlanjut. Harapan kami, ketiga pelaku lebih baik menyerahkan diri saja agar bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya. Cepat atau lambat pasti akan tertangkap juga,” tukasnya.
Sebelumnya, warga Korong Kasiak Putiah, Nagari Singguliang, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padangpariaman, digegerkan dengan adanya penemuan mayat laki-laki yang kondisinya sudah membusuk dalam sumur, Senin (6/5) sekitar pukul 15.30 WIB.
Sontak saja, warga setempat berdatangan ke lokasi untuk menyaksikan penemuan mayat itu. Namun, warga tidak tahan berlama-lama dekat dari lokasi penemuan mayat lantaran mayat tersebut sudah mengeluarkan bau yang sangat menyengat.
Terlihat, posisi tubuh mayat berlipat dengan kepala menghadap ke bawah dan kaki menghadap ke atas sumur. Selain itu, warna kulit tubuh mayat juga sudah berubah lantaran mengalami pembusukan dan beberapa bagian tubuhnya terdapat luka robek.
Kuat dugaan, mayat itu sudah beberapa hari belakangan dalam sumur dan merupakan korban pembunuhan. Polisi yang mendapat laporan adanya penemuan mayat juga datang ke lokasi untuk melakukan identifikasi dan selanjutnya mengevakuasi mayat ke rumah sakit.
Kapolres Padangpariaman AKBP Ahmad Faisol Amir menyampaikan, mayat yang ditemukan berjenis kelamin laki-laki yang sudah berbau busuk. Identitas mayat dari hasil identifikasi diketahui bernama Andreas (46) suku Nias warga Nagari Singguliang, Kecamatan Lubuk Alung.
“Jadi, penemuan mayat dalam sumur itu berawal ketika masyarakat sudah merasa terganggu karena mencium bau bangkai di sekitar lokasi. Penasaran dengan bau itu, masyarakat setempat bersama-sama mencari sumber bau yang sangat menyengat itu,” kata AKBP Faisol kepada wartawan, Senin (6/5).
Dijelaskan AKBP Faisol, setelah beberapa saat dilakukan pencarian, akhirnya bau menyengat itu mengarah ke sumur tersebut. Warga pun mendekati sumur itu dan ternyata malah menemukan mayat laki-laki yang kondisinya sangat mengenaskan.
“Masyarakat dibuat heboh dengan penemuan itu. Mereka selanjutnya menelepon Bhabinkamtibmas dan Babinsa. Penemuan mayat itu kemudian dilaporkan ke Polsek dan Polres Padangpariaman untuk dilakukan penanganan lebih lanjut,” ujar AKBP Faisol. (ozi)





