BERITA UTAMA

Blok A Membara, Belasan Toko Pasar Raya Padang Ludes Terbakar, Satu Orang Terluka, Polda Selidiki Penyebabnya

0
×

Blok A Membara, Belasan Toko Pasar Raya Padang Ludes Terbakar, Satu Orang Terluka, Polda Selidiki Penyebabnya

Sebarkan artikel ini
KEBAKARAN— Kondisi Blok A Pasar Raya Padang Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Selasa, (7/5) sekitar pukul 13.30 WIB yang mengalami kebakaran.

PADANG, METRO–Kebakaran besar melanda Pasar Raya Padang Blok A, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Selasa, (7/5) sekitar pukul 13.30 WIB. Akibatnya, belasan toko yang ada di kawasan itu dilaporkan ludes dilahap si jago merah dan satu orang mengalami luka bakar.

Saking besarnya kebakaran itu, Petugas Pemadam Kebakaran (Dam­kar) Kota Padang cukup kesulitan untuk memadamkan api. Apalagi, dalam toko yang terbakar berisi barang dagangan mainan anak-anak yang berbahan plastik, sehingga membuat api dengan cepat membesar.

Pantauan POSMETRO di lokasi kejadian, belasan petak toko yang berlantai tiga dan dua, hangus akibat api yang menjalar ke semua sisi bangunan. Puluhan armada beserta personel dari Damkar Padang dibantu armada pemadam dari PT Semen Padang be­rusaha semaksimal mungkin untuk dapat memadamkan api.

Meski sore sempat di­guyur hujan, api yang mem­bakar kawasan Blok A itu tetap saja membesar. Hingga pukul 18.30 WIB, menjelang magrib, api ba­ru bisa dikendalikan. Meski begitu, petugas pemadam masih berada di lokasi yang dijaga ketat oleh pihak kepolisian dari Polresta Padang, maupun Polda Sumbar.

Di sekitar lokasi juga sesak oleh masyarakat sekitar yang ingin menyaksikan langsung peristiwa kebakaran ini.  Ramainya warga juga membuat armada pemadam yang ingin keluar-masuk sedikit terhambat.  Wali Kota Padang, Hendri Septa, bersama Wawako Ekos Albar, tampak hadir langsung di lokasi kejadian, dan menyaksikan proses pemadaman api oleh personel damkar.

Suara-suara letupan dari dalam toko tersebut terdengar beberapa kali yang diduga berasal dari kembang api atau mercun dalam toko. Diketahui pertokoan ini menjual mainan anak-anak, berupa sepeda listrik dan mainan lainnya yang terbuat dari plastik sehingga mudah terbakar.

Berdasarkan kesaksian salah seorang pemilik toko yang menjadi korban da­lam peristiwa itu, Elismar (71) mengatakan kepada POSMETRO bahwa saat itu dia bersama suami sedang berada di toko, dan saat itu dia sedang membaca Alquran usai shalat Zuhur.

Baca Juga  Polisi Buru Otak Pembobolan Rekening Nasabah Bank, Diduga Sindikat Internasional

“Tiba-tiba datang salah seorang karyawan yang mengatakan bahwa ada bau kabel yang terbakar. Dan setelah di cek ternyata su­dah muncul api dari lantai atas. Api diduga berasal dari korsleting listrik,” katanya.

Setelah mengetahui ada­­nya api, lanjutnya, suaminya bernama Marlis (79) langsung naik ke atas dengan maksud untuk memadamkan api tersebut dengan alat pemadam api ringan (Apar). Namun, karena kondisi yang sudah tua Marlis tidak dapat mengangkat Apar miliknya yang cukup berat, yang kemudian dia terjatuh dan menjadi korban.

“Suami saya mengalami terbakar di bagian tangan dan langsung dilarikan ke rumah sakit M Djamil untuk mendapatkan perawatan medis,” ujarnya.

Dijelaskannya, satu jam sebelum musibah kebakaran tersebut terjadi, toko-toko mainan disana kebetulan barang baru sedang masuk dari pemasok. Sekitar 32 dua mobil odong-odong baru saja di bongkar le gudang penampungan. Dan menurutnya, itulah yang meletup-letup saat kebakaran itu terjadi di pertokoan tersebut.

Polda Sumbar Selidiki Penyebab Kebakaran

Sementara itu, Kapolda Sumbar, Irjen Pol Suharyono yang didampingi oleh Kapolresta Padang, Kombespol Ferry Harahap, dan Dandim 0312 Padang Kolonel Kav Yudha Setiawan yang meninjau langsung kebakaran itu mengatakan, pihaknya akan menyelidiki lebih lanjut tentang apa yang menjadi pe­nye­bab kebakaran.

“Kita masih menyelidiki penyebab kebakaran ini, banyak informasi yang akan kita kumpulkan dan selidiki apa yang me­nyebab kebakaran, kita tidak berasumsi. Yang pasti tidak ada korban jiwa, hanya kerugian tadi menurut pemilik Pak Marlis kerugian ada 3 Miliar. Karena belum dilihat apa di dalamnya masih ada tersisa atau terbakar,” ucapnya saat di wawancarai.

Baca Juga  Mantan Karyawan Leasing Gelapkan Mobil Tarikan

Menurutnya, dengan kebakaran yang lebih dari tiga jam ini, dapat disimpulkan bahwa seluruhnya terbakar, dan saat dirinya turun memantau ke TKP, kondisi api juga belum tuntas dipadamkan.

“Kita berdoa agar segera padam. Kita lihat api sudah mulai padam, namun kita masih mengantisipasi karena disisi tertentu masih ada titik api, yang masih bisa terjadi kebakaran selanjutnya. karena bahan-bahan rata-rata disini mudah terbakar terutama mainan anak-anak,” lanjutnya.

Irjen Pol Suharyono menjelaskan yang terba­kar merupakan toko milik per orang, berupa gu­dang yang menyimpan barang-ba­rang mainan untuk di­perjual belikan di pasar, seperti mainan anak-anak, ada terpal, plastik, dan lainnya.

“Nama tokonya Carissa Toys. Ada beberapa gudang, bukan hanya milik satu orang, tapi mungkin lebih tiga orang. Semuanya ada 14 petak di lima lokasi. Kita akan mendatangkan ahli bidangnya, kita akan informasi hasilnya nanti,” ujarnya.

Dia memastikan, bersama stakeholder terkait akan menjaga keamanan di sekitar TKP, serta barang-barang milik korban yang berada di pinggiran toko, dan pinggir jalanan, memasangkan police line di setiap sisi.

Selain itu, dia juga mengatakan akan menyelidiki penyebab kebakaran ini secara profesional berdasarkan keilmuan di bi­dangnya, sehingga mendapatkan informasi yang akurat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang, Budi Payan mengatakan bahwa pihaknya menerjunkan 14 unit armada beserta 180 orang personel. Selain itu, juga dibantu oleh tim pemadam dari PT Semen Padang, dan juga Tim dari Padang Pariaman.

Menurutnya, api sulit di padamkan karena didalam pertokoan tersebut memiliki banyak mainan anak-anak yang berbahan plastik, sehingga menyebabkan api sulit untuk dipadamkan.

“Proses pemadaman api berlangsung cukup la­ma, karena barang-barang yang terbakar semuanya terdiri dari plastik-plastik,” ucapnya. (brm)