BERITA UTAMA

Ganjar Deklarasi jadi Oposisi, Gibran: Mohon Dikawal dari Luar

1
×

Ganjar Deklarasi jadi Oposisi, Gibran: Mohon Dikawal dari Luar

Sebarkan artikel ini
WAWANCARA— Wakil Presiden Terpilih, Gibran Rakabuming Raka saat diwawancarai wartawan di Balai Kota Solo, Selasa (7/5).

SOLO, METRO–Mantan calon presiden (capres) nomor urut 3 Ganjar Pranowo secara tegas men­deklarasikan bahwa dirinya akan berada di luar pemerintahan atau oposisi pada masa kabinet Prabowo Subianto-Gibran Raka­buming Raka.

Penegasan itu disampaikan Ganjar dalam acara halal bihalal sekaligus pem­bubaran Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (6/5) malam.

Merespons itu, Wakil Presiden Terpilih, Gibran Rakabuming Raka tidak mempermasalahkan sikap Ganjar Pranowo. “Oh ya? Deklarasi? Yaudah nggak papa,” kata Gibran, Selasa (7/5).

Meski begitu, Gibran tidak mempersoalkan ke­putusan Ganjar untuk berada di luar pemerintahan. Ia juga meminta untuk tetap dikawal selama Pra­bowo-Gibran memimpin.

“Tetap ya mohon dika­wal dari luar lah ya. Siapa pun itu masukan-masukan dari dalam, dari luar, dari oposisi tetap kita tampung tidak masalah,” ujarnya.

Baca Juga  PSK Remaja di Padang ini Ngaku Korban Perkosaan di Angkot

Dengan deklarasi itu, menurut Gibran akan sejalan dengan partai yang menaungi Ganjar yakni PDIP yang akan menjadi oposisi. Gibran menung­kapkan komunikasi tetap terjalin antara Prabowo dengan pimpinan PDIP.

“(Komunikasi dengan Pak Ganjar) Kalau Pak Pra­bowo sendiri sudah menjalin komunikasi intens juga dengan pimpinan dari PDIP. (Kontestan pemilu belum komunikasi) Ya nanti coba kami komunikasikan,” jelasnya.

Sementara, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengamini bahwa sikap Ganjar sejalan sikap partai politik berlambang kepala banteng moncong putih. Menurut Hasto, meski berada di luar pemerintahan, merupakan sikap kenegarawanan yang baik.

“Ya tentu saja (cerminkan sikap partai), karena ini merupakan sikap kenegarawanan, sikap yang sangat baik bahwa pemilu pun tidak pernah melunturkan sikap dari PDI Perjuangan, PPP, Perindo dan Hanura, dan Pak Ganjar dan Prof Mahfud di dalam berdedikasi, mengabdi kepada bangsa dan negara,” kata Hasto usai acara halal bihalal, Senin (6/5) malam.

Baca Juga  Balapan Usai Ujian SemesterMotor Terjun ke Sungai Pelajar Tewas

Hasto menyatakan, ba­nyak persoalan bangsa yang harus diselesaikan. Ia mencontohkan, masalah pangan, investasi, penciptaan lapangan kerja, hingga geopolitik harus diselesaikan seluruh kom­ponen bangsa. “Itu lah energi yang akan diberikan,” tegas Hasto.

Hasto menegaskan, ber­akhirnya pesta demokrasi serentak 2024 tidak akan melunturkan komitmen untuk bersama-sama menjaga kedaulatan rakyat. Ia menyebut, meski tidak berada di pemerintahan ruang pengabdian terhadap masyarakat sangat luas.

“Menjaga Pemilu 2024 menjadi pembelajaran yang sangat berharga ba­gai­mana kedaulatan yang berada di tangan rakyat tidak boleh dirampas dengan cara apapun,” ucapnya. (jpg)